Antisipasi Penyebaran Penyakit Pascabanjir, PMI Gelar Layanan Mobile Clinic

KOTA,(GE).- Untuk mengantisipasi penyebaran berbagai virus penyakit pascabanjir, Tim dari PMI menggelar layanan kesehatan keliling ( mobile clinic). Layanan kesehatan ini dilakukan dari rumah ke rumah warga yang terdampak banjir.

Masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) banjir bandang Garut yang sudah diperpanjang Pemkab Garut terhitung Rabu (28/9/ 2016). Dalam masa TDB ini sejumlah instansi dan lembaga yang terlibat masih tetap bersiaga di beberapa lokasi di terdampak banjir.

Kampung Rengganis Lebak, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut kota, berdasarkan data pemerintahan setempat, lokasi ini merupakan salahsatu tempat yang cukup parah terdampak banjir luapan sungai Cimanuk.


“Dari data yang tercatat ada sekitar 28 KK/ 106 jiwa yang terdampak, kebanyakan yang rumahnya ambruk, yang paling parah berada bantaran sungai Cimanuk”, Ungkap ketua Rukun Warga (RW) 01, Encep Sukandi.

Sementara itu, Ipah Sarifah (53) warga setempat mengakui, pascambruk rumahnya ambruk diterjang banjir dirinya dan keluarga harus rela tinggal di tempat kontrakan sementara. Dirinya salah satu warga di kampung ini yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari PMI.

“Kepala pusing, dan seluruh badan terasa pegal pegal,” keluhnya, saat diperiksa kesehatannya oleh Tim PMI.

Selain Ipah, tak sedikit warga korban banjir mendapatkan pelayanan kesehatan mobile clinic Tim PMI. Penyakit kulit, semisal gatal gatal diantaranya banyak dikeluhkan warga pascamusibah banjir ini.

Kordinator Lapangan SATGANA PMI, Abidin, menyebutkan, pasca diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana Banjir Bandang Garut, PMI telah menambah personil sukarelawan yang bertugas salah satunya menerjunkan Tim Medis.

” Para Tim Sukarelawan datang langsung ke rumah-rumah yang terkena banjir untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga di rumah tersebut. Jika ditemukan ada yang sakit, petugas akan memberikan pelayanan pertama sekaligus menentukan apakan korban bisa dilayani di lokasi atau harus dirujuk ke puskesmas.” Jelasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI