Antisipasi Mogok Massal Angkum, TNI-Polri Siapkan Armada untuk Angkut Penumpang

Letkol Inf Asyraf Azis, bersama Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, saat diwawancarai sejumlah awak media di Mapolres Garut, Minggu (04/02/18)***

GARUT, (GE).– Terkait rencana mogok massal angkutan umum yang dipicu keberadaan angkuatan umum berbasis online di Garut, besok, Senin (05/02/18) yang telah dipersiapkan DPC Organda Kabupaten Garut, ditanggapi pihak keamanan.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakatan, hal itu sah-sah saja karena itu bagian dari demokrasi untuk menyampaikan aspirasi. Namun pihaknya berharap, sebaiknya aksi mogok tersebut dipikirkan kembali.

“Saya harap dipikirkan kembali, karena nantinya ada pihak-pihak yang dirugikan misalnya anak-anak sekolah dan karyawan yang memerlukan angkutan umum (angkum),” ungkapnya.


Untuk mengantisipasi mogok massal angkum, Kapolres Garut sudah berkoordinasi dengan TNI untuk dapat membantu armada angkutan untuk mengangkut anak anak sekolah dan karyawan.

“ Untuk antisipasi kita siapkan angkutan dari Kepolisian dan TNI. Saat ini anggota di lapangan melakukan penggalangan kendaraan guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” ungkap Budi.

Sementara itu, pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut akan menurunkan seluruh kendaraannya ke jalanan. Kendaraan milik Kodim 0611 Garut itu akan digunakan oleh seluruh anggota untuk membantu pelajar atau warga yang hendak melakukan aktivitasnya agar tidak terhambat sekolah.

Komandan Kodim 0611 Garut, Letnan Kolonel Infanteri Asyraf Azis, mengatakan, pihaknya sudah mengetahui rencana adanya mogok masal yang akan dilakukan oleh awak angkutan umum tersebut.

“Saya sudah memerintahlan seluruh anggota, khususnya di Koramil-Koramil yang menjadi pusat kegiatan mogok masal atau banyaknya warga yang biasa menggunakan angkutan umum untuk terjun ke lapangan melakukan mobilisasi ke tempat tujuan warga,” ujarnya, Minggu (4/2/18).

Dandim meminta agar masyarakat tidak khawatir dan sikapi dengan tenang karena pihaknya akan mengantarkan seluruh warga jika ada yang hendak beraktivitas namun kesulitan alat transpirtasi. Hal tersebut sendiri pihaknya lakukan karena diakuinya sudah menjadi kewajiban TNI bermanunggal dengan rakyat. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI