Antisipasi Kericuhan dalam Pilkada Serentak, TNI-Polri Gelar Simulasi di Lapangan Ciateul

Sejumlah anggota Polri saat menggelar simulasi kericuhan di Lapangan Ciateul, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut, Minggu (27/01/28)/ foto: Andri/GE.

GARUT, (GE).- Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan antar pendukung dalam perhelatan pilkada serentak 2018, jajaran TNI-Polri  melakukan persiapan sejak dini. Salah satu persiapan aparat keamanan ini diantaranya dengan menggelar simulasi.

Dalam simulasi digambarkan seolah massa pendukung calon tidak puas dengan hasil pilkada. Massa pendukung salah satu kandidat seolah mengamuk dan melawan aparat keamanan yang akan membubarkan kerumunan massa.

Simulasi yang digelar di kawasan Lapangan Ciateul, Kecamatan Tarogog kidul, Kabupaten Garut ini berlangsung dengan settingan seolah kejadian sebenarnya, Minggu (27/01/18).


Simulasi ini digelar untuk pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018,khususnya di kawasan Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Garut, Tasiklalaya, Banjar, Ciamis dan Pangandaran.

Menurut Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, petugas gabungan TNI-Polisi yang berjumlah 25 ribu lebih akan dikerahkan untuk mengamankan berlangsungnya Pilkada serentak. Ribuan aparat tersebut akan melakukan pengamanan 61 ribu tempat pemungutan suara di wilayah Jawa barat.

“Dari polri kami turunkan seanyak 23 ribu personel, sementara dari TNI, bapak Pangdam telah mem BKO kan sebanyak 2700 personel untuk pengamanan. Ini kan dalam rangka mengantisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, kami juga menurunkan tim siber crime untuk memantau media sosial,” ujar Kapolda, kepada sejumlah awal media, usai menyaksikan acara simulasi di Lapangan Ciateul, Garut, Minggu (27/01/18).

Dikatakannya, aparat kepolisian juga akan mempersiapkan tik khusu untuk pengaman pilkada ini. Tim khusus ini merupakan tim penerjun paramotor khusus yang berjumlah enam orang. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI