Antisipasi Kenaikan Harga, Disperindag Akan Gelar Oprasi Pasar

KOTA,(GE).- Stok beras untuk rakyat mikin (raskin) dinyatakan aman untuk empat bulan ke depan. Namun, untuk menutupi stok bulan Juni, Bulog Garut terpaksa menarik alokasi dari bulan Juli.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar Kabupaten Garut Wawan Nurdin menyebutkan, stok kebutuhan beras untuk masyarakat Kabupaten Garut aman. “Setelah mengecek ke gudang, stok aman sampai empat bulan ke depan hingga September,” katanya, Minggu (5/6/2016).

Menurut dia, kebutuhan beras untuk rakyat miskin sebesar 2.700 ton per bulan. Sementara stok di gudang Bulog sekitar 9.000 ton yang cukup hingga bulan September.
Mengenai kualitas beras, menurut Wawan, kelihatan cukup lumayan. Meskipun demikian, diakuinya, kondisi beras dari stok lama yang ditunjukkan kepadanya agak putih, sedangkan beras yang baru masih bagus.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga, pihaknya akan menggelar operasi pasar
Mulai awal bulan ramadhan ada operasi pasar pada 27 Juni 2016 menjelang Lebaran. Komoditas bersubsidi yang dijual di antaranya beras, gula, dan minyak.

“Disiapkan 10.000 paket untuk menstabilkan harga beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, dan sapi,” katanya.

Operasi pasar bersubsidi itu ungkap Wawan, menyasar 10 kecamatan, terutama daerah bencana. “Untuk perkotaan hanya Kecamatan Karangpawitan dan sasaran daerah bencana, seperti Cisompet dan Cisurupan,” ucapnya.

Kepala Gudang GB Baru Sukagalih Kabupaten Garut Dimas Farghan mengatakan, untuk menutupi stok bulan Juni, pihaknya menarik alokasi dari bulan Juli. Menurut dia, pendistribusian 2.700 ton per bulan biasanya habis kurang dari sebulan.

Dimas pun menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan untuk operasi pasar. Selain instruksi dari pusat, juga operasi bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Dia menjelaskan, komoditas yang akan dijual dalam operasi pasar adalah beras dan gula. Namun, tak menutup kemungkinan komoditas minyak akan dijual murah, tetapi menunggu instruksi dari pusat.

“Untuk harga beras kelas medium Rp 7.900 per kilogram,” tutur Dimas.
Mengenai kondisi beras stok lama, Dimas menyebutkan, itu stok bulan Maret 2016. Dia mengakui setiap tiga bulan sekali dilakukan pemberian obat terhadap stok beras di gudang Bulog untuk mengendalikan hama. Namun, dia menyatakan masyarakat tak perlu khawatir karena hal itu tidak membahayakan. “Pemberian obat dilakukan di luar karung dan akan menguap menjadi gas,” ujarnya. (Tim GE)***