Angka Kematian Ibu Melahirkan Tinggi, Desa Cisitu Butuh Armada Ambulance

Saeful Malik, Kepala Desa Cisitu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

MALANGBONG,(GE).- Kepala Desa Cisitu, Saepul Malik saat ini benar-benar mengharapkan mobil ambulance bantuan dari pemerintah. Pasalnya di desa tersebut masih banyak kaum ibu yang mati melahirkan karena darurat perjalanannya dan biaya transportasinya terlalu mahal.

Harapan Kepala Desa Cisitu ingin memiliki mobil ambulannce terpicu dari rasa keprihatinannya, tatkala melihat dengan kasat mata, masih banyak kaum ibu yang melahirkan meninggal dunia. Terutama di perkampungan yang terpencil, seperti Kampung Sender, dan Winusakti.

“Pernah satu saat, ketika saya melakukan ronda malam, sekitar jam tiga malam, ada seorang ibu yang akan melahirkan. Waktu itu paraji yang menanganinya menasihatkan agar di bawa ke puskesmas, atau ke RSU Garut. Sehubungan keadaannya serba darurat, akhirnya setelah diusahakan di bawa ke puskesmas, si ibu itu tidak bisa tetolong lagi. Di tengah perjalanan sudah meninggal dunia,” tutur Samsul.

Sejak ia dilantik menjadi Kades Cisitu, Senin (27/07/2015) hingga kini, tercatat sudah 10 orang ibu meninggal karena melahirkan. Kondisi ini memicu rasa keprihatinannya, bahwa di Desa Cisitu harus memiliki mobil ambulance sendiri. Bahkan pernah meminta tolong kepada seorang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut untuk memfasilitasinya mengenai Mobil Ambulance kepada pemerintah. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan serius.

“Masyarakat Desa Cisitu itu benar-benar mengharapkan sekali mobil ambulance. Hal itu terbukti, sewaktu saya menjadi bakal calon kepala desa hingga terpilih menjadi kades depinitif, aspirasi masyarakat tetap memprioritaskan sarana transportasi tersebut. Bahkan dibawanya ke ranah Musrenbangdes. Sehingga Mobil ambulance itu termasuk sekala prioritas program kegiatan yang telah dimasukan ke dalam buku RPJMDes,” kata Saepul Malik. Salasa (23/08/2016) di ruang kerjanya.

Diharapkannya, bantuan armada ambulance dari pemerintah bisa segera terwujud. Mengingat angka kematian kaum ibu di Desa Cisitu bisa dibilang sangat tinggi.

“Mudah-mudahan saja, Desa Cisitu secepatnya memiliki mobil ambulance. Soalnya, masyarakat sangat mengharapkan sekali untuk menolong ibu-ibu yang akan melahirkan, atau orang yang sakit parah untuk dibawa ke Puskesmas, maupun ke RSU. (Yayan)***