Anggaran Rp 500 Miliar Siap Digelontorkan untuk Perbaikan Beberapa Ruas Jalan di Garut

GARUT, (GE).- Pekerjaan pembangunan jalan rusak sedang dalam tahap proses lelang, sehingga diperkirakan mulai pengerjaannya antara Maret dan April 2017. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR Kabupaten Garut, Jujun Juansyah.

“Untuk proses pekerjaan jalan tahun 2017 sudah berjalan, terutama untuk pemerliharaan rutin (tambal sulam, red). Pengerjaan sudah dimulai dari ruas jalan perkotaan, Banyuresmi, Samarang. Peningkatan seperti di Jalan Panday itu ditingkatkan beton, adapun pelebaran dan peningkatan di jalan RSU, termasuk pelebaran peningkatan jembatan di Cikamiri. Walaupun belum seluruh ruas jalannya bisa tertangani karena keterbatasan anggaran,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya. Jumat (3/2/2017).

Kondisi jalan rusak di beberapa titik dan sering menjadi perbincangan baik di media ataupun di kalangan masyarakat, kata Jujun, hal itu memang berada pada ranah peninggian jalan, dan saat ini masuk pada list pelelangan.


Beberapa jalan rusak untuk ditinggikan (hotmix) dan memasuki lelang, diantaranya Pasirmuncang, Bojongsalam, Limbangan, Selaawi, Cikandang, Singajaya-Toblong Simpang. “Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan bulan Maret ini SPK sudah keluar. Jadi minimal hari raya sudah selesai atau berjalan,” kata Jujun.

Kalaupun ada yang terlewatkan untuk perbaikan karena alasan keterbatasan anggaran, pihaknya terus melakukan evaluasi mengenai ruas jalan mana saja yang terakomodir untuk menjadi prioritas perbaikan pada tahun 2018 nanti. Pasalnya, apabila menunggu pada masa anggaran perubahan dinilai tidak memungkinkan untuk lelang hingga pengerjaan.

Peningkatan dan rehabilitasi ruas jalan pada tahun 2017 ini sepanjang 150 kilometer di beberapa titik. Sementara untuk pengerjaan tambal sulam akan dilakukan untuk 500 kilometer panjang jalan rusak.

Anggaran Rp 500 miliar, yang terbagi untuk sifat pengerjaan lelang sebanyak Rp 180 Miliar dan Rp 320 miliar dari pokok pikiran (penunjukan).”Target tahun 2018 kemantapan jalan di Kabupaten Garut diatas 75 persen,mudah-mudahan terealisasi,” ujarnya.

Sementar lanjut Jujun, untuk pelebaran dan peningkatan jembatan maktal yang sebelumya direncanakan tahun 2017 menjadi tahun 2018. mengingat, menimbang tekait adanya beberapa kegitan, ada rumah sakit, jalan dan kemudian jembatan, sehingga apabila ada pengerjaan dikawatirkan terjadi krodit lalu lintas.

Selain itu, tambah Jujun, curah hujan yang masih tinggi, juga menjadi kendala dalam pembangunan ruas jalan, karena apabila dikerjakan saat musim hujan bisa mempengaruhi kualitas jalan. Oleh karennya, selain lelang, adakala menunggu waktu tepat kaitan dengan cuaca untuk melakukan pembangunan jalan. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI