Anggaran Reaktivasi Jalur KA Capai Rp 1,1 Triliun, Tahap Awal Segmen I Cibatu -Garut Dimulai 2019

Kereta api melintas jalur di kawasan Leuwigoong Garut./ foto: ISTIMEWA***,

GARUT, (GE).- Beberapa hari yang lalu Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat meninjau langsung jalur kereta api Cibatu – Garut – Cikajang yang akan direaktivasi pada tahun 2019 mendatang.

Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Barat, Dedi Taufik dan Kepala Biro Pengendalian Pembangunan Setda Jabar melakukan kunjungan lapangan pada jalur kereta tersebut. Kunjungan dilakukan di beberapa titik, diantaranya Stasiun Cibatu, Jembatan Cikoang, Stasiun Pasar jengkol, Jembatan Citameng, dan Stasiun Wanareja, Rabu (3/10/2018).

Dari hasil peninjauan tersebut, Dedi menyebut memperoleh beberapa temuan. Dalam temuan tersebut, lahan sepanjang rel kereta api sudah beralih fungsi. Kondisi rel yang sudah rusak berat bahkan raib.


“Penanda jalur yang ditemui sebagian besar berupa tiang-tiang persinyalan yang masih ada sepanjang jalur, serta patok-patok penanda Groondkart,”  ungkapnya.

Sementara itu, proses persiapan terus dilakukan oleh PT KAI, ssalah satunya pendataan warga terkena dampak yang diperkirakan mencapai 1.500 KK.

“ Penertiban lahan  akan dilakukan oleh PT KAI  dibantu Pemprov Jabar dalam sosialisasi serta penanganan dampak sosialnya,” katanya.

Dijelaskannya, Jalur Cibatu – Garut – Cikajang sepanjang 47,5 Km ini terbagi 2 segmen yaitu Segmen Cibatu – Garut  sepanjang 19,2 Km dan Segmen 2 Garut – Cikajang sepanjang 28,3 Km, melewati beberapa stasiun yaitu Stasiun Cibatu, Stasiun Pasar jengkol, Stasiun Wanaraja, Stasiun Garut, dan Stasiun Cikajang. “Jalur ini dahulu dibangun dalam kurun waktu 1899 sampai 1930, dan di non aktifkan pada tahun 1982,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada tahap awal  akan dilakukan reaktivasi pada Segmen I Cibatu -Garut sepanjang 19,2 Km. Kemudian dilanjutkan segmen kedua.  Adapun total biaya Reaktivasi Jalur KA sepanjang 47,5 Km ini diperkirakan mencapai Rp 1,1 triliun yang diharapkan proses reaktivasi dapat diselesaikan pada tahun 2019 sampai 2020.

“ Reaktivasi jalur Kereta Api Cibatu – Garut – Cikajang ini dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah perkotaan Jakarta dan Bandung dengan wilayah pariwisata di Garut, termasuk pariwisata di Garut Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, rencana reaktivasi jalur KA Garut ini mendapatkan respon positif dari masyarakat. Bahkan dukungan langsung dari Bupati Garut. Diharapkan reaktivasi jalur KA ini dapat meningkatkan aksesibilitas perekonomian warga serta pariwisata. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI