Anggaran Tak Terserap, Dedi Hasan : Program “Amazing Garut” Baru Sebatas Tahapan

GARUT, (GE).- Program “Amazing Garut” yang dicanangkan Pemkab Garut dalam proses pembangunan Garut, hingga menjelang berakhirnya kepemimpinan Rudy Gunawan nampaknya biasa-biasa saja.

Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Ciateul-Ciawitali yang masuk dalam salah satu program Garut yang luar biasa itu, malah menyisakan masalah.

Menanggapi program “Amazing Garut” anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dedi Hasan Bahtiar, mengatakan banyak anggaran tahun 2016 yang tidak terserap untuk proses pembangunan di Garut.


” Ya, salah satunya anggaran tahun 2016 tidak terserap. Misalnya, penyerapan anggaran Rumah Sakit dr. Selamet, gagal, GOR tidak terserap semua. Mungkin ada beberapa kendala teknis, kalau tidak salah di ULP nya. Tapi kita ber-khusnudzon saja, dari pada diserap bermasalah, lebih baik tidak diserap semuanya dan tidak bermasalah dengan hukum,” tuturnya, saat ditemui usai memberikan materi pada Diskusi Mahasiswa Se Jawa Barat di kampus STKIP Garut, Jum’at (03/02/2017).

Dedi menilai, program Amazing Garut yang dicanangkan Bupati Garut, Rudy Gunawan,  baru sebatas tahapan.” Amazing Garut, saya kira masih tahapan menuju amazing. Wajar, amazing ini kan barang baru di Garut, wajar kalau belum amazing,” katanya, seraya tersenyum.

Wakil Ketua Fraksi itu berharap Amazing Garut itu tidak sekedar tagline saja, tetapi harus diaplikasikan dengan baik.” Amazing itu harus dengan rencana yang luar biasa, aplikasi yang luar biasa, pengelolaan pemerintahan yang luar biasa dan pengelolaan pembangunan yang luar biasa. Dan mudah-mudahan tidak hanya tagline, tapi diwujudkan dengan konkrit di dalam pelaksanaan pembangunan,’ tegasnya.

Sementara dalam diskusi yang diikuti perwakilan mahasiswa dari beberapa daerah di Jawa Barat itu, Dedi memberikan materi berkaitan dengan “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Pembangunan”. Diskusi semacam itu menurutnya penting untuk menambah wawasan mahasiswa, terutama dalam masalah praktik, bukan hanya sekedar teori akademis.

” Diskusi ini lebih kepada menambah wawasan mahasiswa, tidak hanya dalam tataran teoritis, tetapi dalam tataran praktis, sampai tekhnis pembangunan. Mahasiswa biar melek, sebab selama ini mahasiswa lebih teoritis, secara tekhnis dan praktisnya kurang memahami,” paparnya. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI