Anggaran Dinas Dipangkas 35%, Kepala SKPD Mengeluh

Ilustrasi

PEMKAB,(GE).- Sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut mengeluh. Pasalnya, dalam pembahasan APBD 2016 antara Pemkab dan Banggar DPRD Garut beberapa waktu yang lalu diketahui banyak anggaran rutin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dipangkas hingga 35 persen.

Pemangkasan anggaran yang cukup besar pada APBD 2016 ini menyebabkan banyak kegiatan rutin dan program SKPD tidak bisa dilakukan secara maksimal. Salah satunya kegiatan kedinasan luar kota ataupun berbagai program kegiatan dinas. Pemangkasan anggaran tersebut terjadi di hampir semua SKPD.

”Untuk efisiensi semua SKPD anggaran tahun 2016 dipangkas termasuk di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata hingga 35 persen,” ungkap Mlenik Maumeriadi, M.Si selaku Kepala Disbudpar Garut, Rabu, (9/11/2015).

Menurutnya, jika kebijakan Pemkab Garut seperti itu, ya terima saja dan mau bagaimana lagi. “Kalau dihitung anggarannya dipangkas mencapai 35 persen. Kita gunakan anggaran yang disediakan saja dan seefektif mungkin. Jadi dilihat dari segi positifnya saja,” tandasnya.

Mlenik mengaku, penyerapan anggaran yang dicapai Disbudpar sudah maksimal dan berada diatas rata-rata sekitar 85 persen. “Kita terus mengupayakan penyerapan anggaran secara maksimal dan menggenjot PAD hingga telah mencapai target,” tambahnya.

Penyerapan anggaran untuk program pariwisata, kata Mlenikk, nyaris mencapai target dan sudah mencapai 90 persen. “Anggaran sebesar Rp. 11 milyar selanjutnya, sebesar Rp 4 milyar dialokasikan untuk belanja langsung. Belanja langsung itu, seperti program kegiatan pariwisata, pembinaan dan lainnya,” tambahnya.

Sedangkan Rp. 7 milyar, lanjut Mlenik, dialokasikan untuk belanja tidak langsung seperti gaji pegawai. Tidak mungkin kan, penghematan dilakukan dengan memotong gaji PNS atau gaji dirinya sendiri,” paparnya.

Mlenik menjelaskan, tak dipungkiri banyak sektor pariwisata selama ini belum terkelola dengan baik. “Pihaknya terus melakukan pembenahan objek wisata termasuk melakukan pembinaan dan pelatihan, salahsatunya seperti pembinaan terhadap 300 sanggar seni yang aktif di Garut. Termasuk pembinaan terhadap 9 komunitas budaya mulai dari komunitas terbangan tutunggulan, genjringan dan lainnya,” pungkasnya. (Syamsul)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN