Anggaran Dialihkan untuk Gaji PNS, Guru Honorer di Garut Terancam Gigit Jari

PEMKAB, (GE).- Penundaan dana alokasi umum (DAU) merembet ke mana-mana. Untuk mengatasinya Pemkab Garut menggunakan sistem tambal sulam.

Sebelumnya Pemkab Garut mengumumkan jika pembayaran gaji PNS akan tekor. Namun belakangan ini, Pemkab mengeluarkan jaminan jika gaji PNS telah aman.

Namun agar gaji PNS aman, Pemkab garut harus menggunakan talangan dari berbagai anggaran. Salah satunya beberapa proyek yang sedang dikerjakan akan dihentikan dulu. Namun kebijakan yang paling berani adalah menggunakan dana talangan untuk gaji guru honorer.

Anggota DPRD Kabupaten Garut dari fraksi PPP, Asep D Maman, salah satu dana yang digunakan untuk membayar gaji PNS berasal dari tunjangan guru honorer. Namun hal itu berdampak kepada penundaan tunjangan gaji honorer selama lima bulan.

“Kemarin kami sudah melakukan rapat dengan pak Sekda. Ada beberapa pos anggaran yang ditunda dulu. Salah satunya tunjangan guru honorer selama lima bulan sebesar Rp 2,5 miliar,” ujar Asep di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa (30/8/2016).

Opsi penggunaan tunjangan guru honorer itu, lanjut Asep, karena belum digunakan. Pemkab saat ini lebih memprioritaskan anggaran untuk pembayaran gaji PNS. Selain tunjangan guru honorer, Pemkab juga akan menunda pembayaran ke BPJS Kesehatan untuk lima bulan.

“Defisit anggaran saat ini itu sampai Rp 110,5 miliar. Kalau istilah saya kejadian ini sudah extraordinary (luar biasa). Apalagi baru pertama kali di Garut,” ucapnya.

Selain itu, dana cadangan Pilkada 2018 sebesar Rp 15 miliar juga ikut ditunda. Bahkan sejumlah kegiatan di DPRD Garut pun ikut tertunda. Seperti kunjungan ke luar daerah, reses, dan rapat di luar gedung dewan. (Farhan SN)***