Aneh! Harga BBM Turun, Harga Sembako Malah Naik

TARKI, (GE).-  Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata sama sekali tidak berpengaruh terhadap penurunan harga kebutuhan pokok. Bahkan saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Garut cenderung terus meroket.

Telur ayam misalnya yang saat ini harganya benar-benar meroket. Menurut para pedagang, harga telur ayam saat ini bahkan merupakan yang tertinggi dari sebelum-sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Guntur Ciawitali Garut, Rabu (6/1/2016), harga telur ayam saat ini telah mencapai Rp 23.500 per kilogram. Dengan demikian harga telur ayam ini naik sebesar Rp 5.500 per kilogram karena sebelumnya hanya Rp 18.000.
Dari keterangan para pedagang, kenaikan harga telur ayam yang sangat tinggi ini diakibatkan tingginya harga pakan ternak ayam. Hal ini berpengaruh terhadap harga telur ayam yang terus meroket.

Salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Guntur Ciawitali, Yayah (40), menyebutkan kenaikan harga telur membuat omset penjualannya menurun drastis. Para pembeli telur langganannya, kini banyak yang mengurangi jumlah pembeliannya bahkan tak sedikit pula yang tidak lagi mau membelinya.

Diterangkan Yayah, biasanya dalam satu minggu telur yang berhasil dijualnya mencapai rata-rata 5 ton. Namun akhir-akhir ini untuk bisa menjual telur sebanyak itu diperlukan waktu lebih dari dua bahkan sampai tiga minggu.

Yayah juga mengaku sering mendapat keluhan dari para pelanggan terkait tingginya harga telur akhir-akhir ini. Namun ia tidak bisa berbuat banyak karena kenaikan harga juga telah terjadi di tingkat distributor.

Sementara itu sorang pembeli telur, Wawan Ida (45), mengaku keberatan dengan tingginya harga telur ini. Menurut Wawan, sepatutnya harga telur turun karena harga BBM telah diturunkan pemerintah.

Bukan hanya telur, menurut Wawan, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya pun saat ini masih tinggi. Hal ini patut dipertanyakan mengingat harga BBM yang sudah diturunkan pemerintah akan tetapi sama sekali tidak mampu membuat harga kebutuhan pokok ikut turun. bagi masyarakat kecil seperti dirinya, kondisi sepoerti ini menurutnya tentu sangat merepotkan. Oleh karena itu Wawan minta pemerintah turun tangan secara serius dalam mengawasi harga-harga kebutuhan pokok. (Farhan SN)***