Anaknya Meninggal Usai Diimunisasi, Orang Tua Ini “Ontrog” Puskesmas Pasundan

KOTA, (GE).- Nasib tragis dialami Ahmad Faris, bayi berusia 2 bulan anak dari pasangan Fatah dan Neti, warga Kampung Sawah Lega, Desa Ngamplang Sari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut ini ditenggarai meninggal, setelah dua hari diimunisasi oleh seorang mahasiswa yang sedang melaksanakan praktik di Puskesmas Pasundan, Garut kota.

Tidak terima dengan kematian anaknya, orang tua bayi (alm) ini “mengontrog” Puskesmas Pasundan didampingi oleh keluarga dan tetangganya. Kedatangan keluarga bayi ini untuk meminta tanggung jawab dari pihak Puskesmas. Senin (28/11/2016) sore.

Ketegangan pun tak terelakan saat pihak keluarga memaksa pihak Puskesmas untuk mengeluarkan hasil diagnosa kematian bayi berusia 2 bulan tersebut.

Paman korban, Wawan mengatakan, sebelum meninggal Ahmad (alm) terlebih dahulu mengalami kejang-kejang dan terjadi pendarahan di bagian paha yang merupakan bekas suntikan imunisasi.

“Sebelum meninggal, dia (Ahmad/ alm/ red.) mengalami pendarahan di bagian paha. Itu kan bekas suntikan imunisasi, dia juga mengalami kejang kejang terlebih dahulu,” ujar Wawan kepada sejumlah awak media.

Menanggapi kejadian ini, pihak Puskesmas membenarkan bahwa ada pasien bayi berusia dua bulan yang mengikuti program imunisasi di Puskesmas Pasundan

“Iya, memang ada bayi berumur 2 bulan dari pasangan Fatah dan Neti yang kemaren ikut imunisasi di sini (Puskesmas Pasundan/red.) . Namun kalau untuk diagnosa, kita harus tunggu dulu dan kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan ” ujar Kepala Puskesmas Pasundan, Elin Muslih.

Pihak Puskesmas Pasundan sendiri, sat ini masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Hal ini dilakukannya untuk mengetahui diagnosa penyebab kematian bayi tersebut. Pihak Puskesmas berjanji akan kooperatif jika pihak keluarga menempuh jalur hukum. (KIM)***

Editor: Kang Cep.