Anak Punk Masih Ganggu Kenyamanan Warga, Satpol PP: Mereka Tak Kapok-kapok

ilustrasi

GARUT,(GE).- Sejumlah warga Garut, khususnya penumpang angkot di kawasan perkotaan kembali mengeluhkan keberadaan anak punk di yang masih berkeliaran. Kelompok anak dengan dandanan aneh ini kerap melakukan aksi meminta-minta dengan modus ngamen di angkutan umum. Dalam aksinya, mereka (anak punk) kerap meminta warga dengan cara memaksa.

“ Duh, anak-anak itu (anak punk) sangat menganggu sekali, mereka kerap memiksa minta-minta dengan mengamen. Ditambah dandannannya yang kotor dan “pikasieuneun,” tutur Dewi (40), salah seorang penumpang angkot jurusan Wanaraja, Sabtu (12/01/19).

Hal senada dirasakan Shinta (16), salah seorang pelajar yang biasa menggunakan jasa angkutan umum. Menurutnya, para anak punk ini selain kerap melakukan pemaksaan dalam meminta, juga jika tidak dikasih uang kerap melakukan ancaman dengan kata-kata kotor.

“Ya, pokoknya bikin tidak nyaman. Kalo ngemn mintanya maksa. Kalo tidak dikasih malah ngancam-ngancam dan berkata kasar dan kotor. Pokonya ini harus ditertibkan atau gimana caranya deh terserah pemerintah, yang penting anak-anak punk ini gak gangguin warga,” ujar gadis berhijab ini.

Menanggapi masalah anak punk ini, Kasie Tantribum Satpol PP Garut, Erin Heryana mengatakan pihaknya sudah beberapa kali menertibkan anak punk yang berada di kawasan perkotaan Garut. Namun,para anak punk ini tak kapok-kapok dan turun lagi ke jalan.

“Sudah beberapa kali kami melakukan razia terhadap mereka. Setelah di data diserahkan ke Dinsos, lalu disuruh pulang ke daerah asal. Tak begitu lama muncul lagi anak punk wajah baru,” katanya.

Diakuinya, Satpol PP Garut di lapangan sebenanrnya tak hanya menata atau menertibkan PKL saja, tetapi di antaranya fokus juga razia anak punk, razia pelajar yang keluyuran di luar jam pelajaran  razia PNS  “nakal.”  (Alle)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI