Aliansi Umat Islam Garut Mendesak Bubarkan GMBI

GARUT, (GE).- Pasca insiden yang melibatkan dua ormas, yaitu Front Pembela Islam (FPI) dengan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang terjadi pada tanggal 12 Januari yang bertempat di depan Mapolda Jawa Barat, memicu reaksi hingga ke tingkat daerah.

Di Kabupaten Garut, puluhan warga yang menamakan diri sebagai Aliansi Umat Islam Garut, menggelar aksi damai dan menyampaikan beberapa tuntutan yang di tujukan ke pemerintah pusat melalui DPRD Garut. Aksi tersebut, berlangsung pada Senin (16/01/2016) dan bertempat di halaman gedung dewan Garut. Selanjutnya, para anggota aliansi umat islam garut itu, di persilahkan masuk kedalam ruangan audensi DPRD Garut.

Menurut koordinator aksi, Zamzam Jomantara, mereka mendatangi kantor DPRD Garut bukanlah untuk melakukan audensi. Mereka hanya ingin menyampaikan beberapa tuntutan dari semua anggota Aliansi Umat Islam Garut atas insiden berdarah di Bandung tempo hari.


Zamzam menambahkan, ada tiga tuntutan yang akan di sampaikan, yang pertama, usut tuntas dan segera tangkap pelaku penyerangan secara membabi buta kepada aktivis Islam pembela Ulama. Yang kedua, mendesak agar Kapolda Jawa Barat dicopot dari jabatannya, karena telah dianggap gagal dan tidak mampu menjalankan tugas. Dan yang ketiga, tuntutan tetsebut ialah mengecam keras tindakan brutal LSM GMBI dan mendesak pembekuan LSM GMBI.

Tetapi, penyampaian tuntutan yang di serukan oleh anggota Aliansi Umat Islam Garut tersebut di tangguhkan, karena para petinggi DPRD tidak hadir di tempat, dan yang menemui mereka hanyalah ketua Komisi D DPRD Garut, Asep De Maman. Oleh karena itu masa dari Aliansi Umat Islam Garut Akan menunggu waktu yang lebih tepat agar semua tuntutannya itu segera tersampaikan ke pemerintah pusat. (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI