Alhamdulilah! Srikandi Faza Bantu Nelayan di Garut yang Kesulitan Pangan

Chika Faza (kiri) saat memberikan paket sembako kepada istri nelayan di Desa pamalayan Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat, Rabu (19/4/2017).

GARUT, (GE).- Ratusan nelayan di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah satu tahun lebih mereka tak bisa melaut akibat cuaca buruk. Kalau pun mereka memaksakan diri untuk melaut, sepinya tangkapan ikan di sepanjang Pantai Garut Selatan membuat mereka kesulitan untuk menutupi biaya hidup sehari-hari.

Kini mereka harus bertahan hidup dengan bekerja serabutan. Bahkan, untuk sekadar mengganjal perut dari serangan rasa lapar, mereka harus rela makan singkong liar yang tumbuh di pagar-pagar kebun warga sekitar.

Menerima informasi seperti itu, Irvan R Faza yang saat ini mengikuti konvensi calon Bupati Garut turut berempati. Rabu pagi (19/4/2017), melalui Srikandi Faza, ia memberikan sejumlah Sembako untuk membantu para nelayan yang kesulitan.


“Kita bantu mereka. Kasihan sedang kesulitan,” ujar Chika Faza yang tak lain istri dari Irvan R Faza saat ditemui di lokasi pemberian Sembako.

Chika berharap, pemberian itu bisa bermanfaat bagi mereka yang sangat membutuhkan. “Apa lagi ini warga Garut, suami saya asli Garut jadi kasihan kalau tak dibantu,” ungkapnya.

Masih menurut, Cika Faza, kegiatan serupa sering dilakukan oleh keluarga besarnya. Tak hanya di Garut, di beberapa kota lain seperti Bandung, dan Jakarta pun, silaturahmi dengan warga memang sering dilakukan.

Dengan bersilaturahmi, kata Cika, kita bisa tau dan merasakan langsung bagaimana keadaan masyarakat di luar sana.

Kedatangan Srikandi Faza dan Sobat Irfan Faza (SIF) disambut suka cita Warga Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet. Bantuan sembako didistribusikan ke dua Rukun Warga yaitu RW 10 dan 15. Pasalnya nelayan yang rawan pangan tersebar di kedua RW tersebut.

Ketua RW 10, Elan, mengaku senang menerima bantuan Sembako dari Srikandi Faza dan Sobat Irvan Faja. Pasalnya sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak mana pun di saat para nelayan menjerit kesulitan bahan pangan.

“Sampai-sampai kami makan singkong liar. Daun singkong dan apa saja yang bisa mengganjal perut kami,” ujarnya.

Saya berharap kegiatan ini bisa mengetuk hati Pemkab Garut agar mereka bisa turun tangan dalam permasalahan ini. Pasalnya permasalahan ini kerap terjadi setiap cuaca buruk melanda Pantai Garut Selatan. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI