Alhamdulilah ! Meski Sempat Membuat Panik Warga, Sungai Cimanuk Kembali Mereda

GARUT, (GE).- Kepanikan warga di sekitar bantaran Sungai Cimanuk tadi malam membuncah. Pasalnya aliran air Sungai terbesar di Kabupaten Garut ini debitnya kembali meningkat. Tak ayal warga sempat berhamburan ke luar rumah dan ada juga yang memilih untuk mengungsi ke masjid terdekat rumah mereka.

“Tadi malah kami sempat panik melihat air hanya sekira 1 meter lagi dari bibir sungai. Saya ungsikan keluarga dan saya berjaga di sekitar bibir sungai,” ujar salah seorang warga, Beni Hilman Budiman, Rabu (01/03/2017).

Saya khawatir akan ada banjir susulan seperti Bulan September 2016 lalu. Terus terang saja, kata dia, begitu warga berbondong-bondong ke luar rumah saya langsung syok.


Namun alhamdulilah sampai saat ini, kata Beni, tak ada satu pun rumah yang rusak akibat luapan Sungai Cimanuk. Namun tentunya, kewaspadaan terus ditingkatkan karena hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di Garut.

Sementara itu, Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol. Richard Latue, mengatakan tadi malam sejumlah warga yang bermukim di bantaran Sungai Cimanuk telah diungsikan. Tadi malam mereka menempati masjid yang lokasinya lebih aman. Namun sekarang mereka sudah kembali ke kediamannya masing-masing.

Sampai saat ini, menurut Richard, belum ada laporan kerusakan rumah atau pun korban jiwa. Pasalnya tadi malam hujan cepat mereda dan debit air di Sungai Cimanuk kembali turun.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, Polisi, TNI dan warga sekitar bantaran Sungai Cimanuk, tadi malam melakukan ronda. Namun sampai pagi ini debit air Sungai Cimanuk kembali normal.

“Memang sempat terjadi kepanikan. Namun mereka diarahkan oleh pihak berwajib jadi semuanya bisa terkendali,” ujarnya, Rabu (01/03/2017).

Sementara itu, Camat Garut Kota, Bambang Hafid, sejak sore hari kemarin hujan turun begitu lebat. Apalagi setelah saya koordinasi dengan Camat Cikajang, Cisurupan dan Bayongbong hujan begitu lebat terjadi di hulu Dungai Cimanuk.

“Setelah menerima informasi itu, saya langsung terjun ke lapangan memberikan arahan. Selain itu, BPBD, Polisi, TNI dan warga langsung gotong royong membersihkan semua aliran selokan dan sungai agar tidak terjadi kebanjiran,” katanya.

Berkat kesigapan semua unsur, alhamdulilah tak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Sampai saat ini belum ada laporan terkait kerugian materil akibat meningkatnya debit air di Sungai Cimanuk.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria mengatakan, ketinggian air Sungai Cimanuk kawasan Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Garut Kota di beberapa titik sempat melebihi biasanya. Ia menyebut posisi air sempat berjarak satu meter dari bawah tembok penahan tanah (TPT) pinggir sungai.

Dadi membenarkan bila sejumlah warga di beberapa tempat, sempat meninggalkan rumah mereka ke tempat yang lebih aman. Menurut dia, hal tersebut wajar dan harus dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan.

Kondisi derasnya debit air Sungai Cimanuk sendiri awalnya dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Pihak BPBD Kabupaten Garut kemudian berkoordinasi dengan sejumlah aparat pemerintahan tingkat kecamatan di kawasan perkotaan dan wilayah hulu yang dilalui Sungai Cimanuk.

“Kami juga berkoordinasi dengan Camat Bayongbong dan Pasirwangi. Hujan yang sebelumnya besar sudah reda. Mudah-mudahan seterusnya aman. Sementara dari tim lapangan di kawasan Bendung Copong, melaporkan pintu air sudah dibuka. Informasinya ketinggian air paling tinggi sekitar satu meter,” ucapnya.

Menurut Dadi, dari pantauan di beberapa sungai, seperti Cipeujeuh dan Cikamiri, kondisi air masih dalam batas aman. “Air sempat deras dan naik, namun masih aman,” pungkasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI