Alami Musim Paceklik, Upacara Adat Nelayan Digelar Sederhana

CARINGIN, (GE).- Tiap tahun, para nelayan menggelar upacara adat nelayan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk syukur para nelayan atas limpahan rejeki dan keselamatan selama mencari ikan di laut.

Namun perayaan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kondisi ekonomi para nelayan sedang paceklik setelah beberapa bulan terakhir tak bisa melaut karena cuaca buruk.

Hadir pada upacara adat nelayan, unsur Muspika Rancabuaya, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Meski perayaan relatif sederhana, namun rasa syukur mereka tampak dari wajah dan lantunan doa. Para nelayan berharap, Allah SWT memberikan kelancaran rejeki dan keselamatan.


Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Caringin, Dudeng Sunaryo mengatakan, perayaan digelar secara sederhana mengingat kemampuan finansial para nelayan sedang mengalami paceklik. Pasalnya, hampir enam bulan nelayan di Pantai Garut Selatan belum bisa melaut.

“Cuaca buruk terus, kami belum bisa melaut. Bahkan banyak nelayan yang beralih profesi menjadi petani atau buruh serabutan,” ujar Dudeng kepada “GE” di sela-sela kegiatan, Selasa (01/11/2016).

Namun meski sederhana, kata Dudeng, rasa syukur para nelayan terus dipanjatkan. Mudah-mudahan, harap Dudeng, kedepannya tangkapan ikan makin berlimpah dan senantiasa diberikan keselamatan.

Dudeng mengaku, upacara adat nelayan ini akan terus dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Selain itu, nelayan harus senantiasa dekat dengan penciptanya agar senantiasa diberi keberkahan dalam mencari nafkah di lautan. (Deni/Siti)***

Editor : Farhan SN

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI