Aktivis Lingkungan Pertanyakan Kelanjutan Penanganan Kasus Alih Fungsi Lahan

GARUT, (GE).- Lambannya penanganan kasus alih fungsi lahan yang berakibat pada banjir bandang Cimanuk mulai dipertanyakan. Pemerhati lingkungan asal Garut selatan, Suryaman Anang Suatma, misalnya.

Ia mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, untuk segera mengumumkan secara transparan hasil penyelidikan terkait pelaku alih fungsi lahan yang menyebabkan banjir bandang sungai Cimanuk, September 2016 lalu.

“Sudah jelas secara kasat mata, kasus alih fungsi lahan penyebab banjir bandang sungai Cimanuk tahun lalu, ahirnya ditangani secara hukum oleh Polda Jabar. Akan tetapi, sampai saat ini masyarakat menunggu kejelasan hukumnya,” ungkapnya, Selasa (13/6/2017).


Diungkapkannya, bencana di Kabupaten Garut dari tahun ke tahun terus terjadi. Hal itu terjadi sebab akibat dari penataan pengelolaan lingkungan yang tidak prosedural. Salah satunya di kawasan-kawasan tertentu yang merupakan hulu daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk beralih fungsi.

“Begitu juga ada beberapa lahan perkebunan di atasnya beralih fungsi dan dikelola secara tidak prosedur. Sehingga menyebabkan banjir bandang yang menelan korban jiwa,” katanya.

Menurut Suryaman, transparansi diperlukan supaya berdampak positif terhadap masyarakat, terutama yang melakukan pelanggaran-pelanggaran lingkungan atau yang menyangkut perijinan di Pemerintah Daerah.

” Kalau sekarang hanya menyebutkan saja ada pelanggaran, ada pelanggaran perizinan tapi tidak transparan siapa yang melanggar. Tolong sebutkan lalu ditindaklanjuti secara hukum. Nah saya kira ini yang harus diselesaikan oleh Polda.  Ini bukan masalah politik tapi masalah lingkungan dan nyawa manusia,” tukasnya.

Sementara itu, Mia Kurniawan salah seorang aktivis lingkungan sekaligus Ketua Forum Komunitas Kader Konservasi Indonesia (FK3I) menyebutkan, kondisi hulu Sungai Cikamiri yang menyambung dengan Sungai Cimanuk, sangat memprihatinkan.

“Kondisi hulu Sungai Cikamiri yang menyambung dengan Sungai Cimanuk, sudah sangat memprihatinkan,” ungkapnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI