Aksi WalkOut Warnai Rapat Pleno Rekapilutasi Suara, KPU Tetapkan Rudy-Helmi Sebagai Pemenang

Proses penghitungan suara Pilbup Garut dalam rapat pleno rekapituasi penghitungan suara Pilkada serentak 2018 di Gedung Graha Patriot, Jalan Cipanas Baru, Tarogong Kaler, Kamis (05/07/18)/foto: Memphis/GE.***

GARUT,(GE).- Rapat pleno rekapitulasi suara Pilbup Kabupaten Garut, Jabar, malam tadi diwarnai aksi walkout yang dilakukan oleh 3 tim sukses dari empat paslon yang bertarung. Salah satu tim sukses mengaku memiliki bukti kecurangan dalam penyelenggaraan Pilbup Garut.

Aksi walkout dilakukan sejumlah saksi dari paslon nomor urut dua Iman Alirahman-Dedi Hasan, paslon nomor urut tiga Suryana-Wiwin Suwindaryati serta paslon nomor urut empat Agus Hamdani-Pradana Aditya. Walkout dilakukan saat petugas PPK membacakan hasil rekapitulasi.

Koordinator saksi paslon nomor dua, Yuyus Karta Wiredja mengatakan, aksi walkout dilakukan lantaran pihaknya menemukan bukti terkait adanya kecurangan berupa penggelembungan suara melalui daftar pemilih tambahan (DPTB).


“Indikasi penggelembungan jumlah pemilih tambahan ini terjadi di seluruh kecamatan,” ujar Yuyus kepada wartawan di Gedung Graha Patriot, Kamis (05/07/18).

Yuyus mengklaim, penggelembungan suara DPTB terjadi di kecamatan-kecamatan seperti Garut Kota, Wanaraja serta Sucinaraja.

“Kita juga ada temuan PPK di tiga kecamatan dimana ada kotak suara yang sudah dibuka tanpa kehadiran saksi. Dan KPU tidk bisa menjelaskan hal itu,” katanya.

Atas hal tersebut, Yuyus mengatakan pihaknya akan segera melaporkan temuan tersebut ke MK.‎ “Terkait pelanggaran tersebut, kita akan melakukan gugatan ke MK dan besok kita akan melakukan pelaporan ke Panwas. Untuk PPK Sucinaraja akan kita laporkan ke kepolisian karena merusak segel negara,” ujar Yuyus.

“Untuk di Sucinaraja, ini amplop C1 sudah berceceran di atas meja saat kita melakukan pemeriksaan sekitar pukul dua dini hari. Kita memiliki bukti berupa video dan foto‎,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Hilwan Fanaqi mengaku menghargai walkout yang dilakukan ketiga tim sukses pasangan calon tersebut. Namun ia menegaskan jika tudingan-tudingan tersebut tidak‎ benar.

“Untuk dokumen yang di KPPS tidak bisa kami buka dan masalah penggelembungan DPTB itu tidak ada. Silakan mengajukan gugatan ke MK,” ujar Hilwan di tempat yang sama.

Paslon petahana Rudy Gunawan-Helmi Budiman kembali menang di Pilbup Kabupaten Garut. Di pilkada tahun ini, paslon nomor urut satu tersebut unggul tipis dari pesaing terdekatnya yakni paslon nomor urut dua Iman Alirahman-Dedi Hasan.

Dalam rapat pleno rekapitulasi suara hasil Pilbup Garut yang digelar KPU di Gedung Graha Patriot, Jalan Cipanas Baru, Tarogong Kaler, Kamis (05/07/18), paslon nomor urut satu yang diusung Gerindra, PKS dan NasDem ini mendulang 428.113 suara atau 35,80 persen.

Pasangan berjuluk RGHB tersebut unggul tipis dari pesaing terdekatnya yakni paslon Iman-Dedi yang diusung Golkar, PDIP, yang hanya mampu meraup 395.283 suara atau 33,05 persen.

Di peringkat tiga bertengger paslon nomor urut empat yang diusung PAN, PPP ‎dan Hanura yakni Agus Hamdani-Pradana Aditya. Mereka meraih 20 persen suara atau 239.848 pemilih.
Sementara itu, paslon yang maju dari jalur perseorangan, Suryana-Wiwin Suwindaryati menjadi juru kunci dengan mengumpulkan 132.667 suara atau 11,09 persen‎.

“Total suara 1.268.537. Suara sah sebanyak 1.195.911 dan suara tidak sah sebanyak 72.626,” ujar Ketua KPU Garut Hilwan Fanaqi saat membacakan hasil pleno di gedung Graha Patriot, Kamis (05/07/18) malam.

Paslon Rudy-Helmi baru ditetapkan sebagai pemenang dari rekapitulasi suara. Pasangan tersebut akan ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2019-2024 dalam acara penetapan yang akan segera digelar KPU Garut.

“Bagi para paslon yang tidak puas bisa melakukan gugatan sesuai prosedur,” tandasnya. (Memphis)***

Editor:ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI