Aksi 4 November, MUI dan Ormas Islam di Garut Sepakat Larang Warganya Berangkat ke Jakarta Membawa Atribut Islam

PENDOPO, (GE).- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Garut, Sirojul Munir, menyatakan, tidak akan melarang Umat Islam yang ada di Kabupaten Garut untuk ikut demo Ahok ke Jakarta. Walau pun dirinya berkehendak agar warga Garut tak usah ikut berangkat ke Jakarta.

“Walaupun kami menghendaki tidak usah ada yang ke Jakarta pada Tanggal 4 November nanti. Tapi kami dari MUI tidak akan melarang mereka yang akan berangkat ke Jakarta. Saya pun menyarankan, agar ormas islam dari Garut yang berangkat ke Jakarta bisa tertib dan tidak terpancing untuk melakukan hal yang anarkis sehingga semakin memperkeruh suasana. Bahkan, saya berharap Polisi bisa mengawal keberangkatan mereka,” ujar Sirojul Munir.

Selain mengimbau umatnya untuk tidak anarkis, kyai yang akrab disapa Ceng Munir itu, menyarankan mereka yang akan berangkat ke Jakarta agar tidak menggunakan atribut Ormas Islam.


Menurut Munir, pihak MUI Garut mendukung langkah MUI pusat yang sudah menyatakan sikap, bahwa perkataan Ahok itu merupakan penistaan agama, dan harus segera ditindaklanjuti dengan penegakan hukum. “Intinya kan disitu. Kalau Mabes Polri tidak cepat menindaklanjutinya akan terjadi dampak sosial yang begitu besar, kalau telat, Ya bahaya. Mungkin Indonesia akan caos lagi. Ini bukan masalah politik, tapi persoalan agama. Intinya umat islam dengan ahok,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdalatul Ulama (PC NU) Kab. Garut melarang massa Nahdiyin untuk berangkat ke Jakarta pada Jumat (4/11/2016) mendatang. Namun, jika ada yang memaksa untuk ikut ke Jakarta bergabung dengan massa lainnya mendemo Ahok, disarankan jangan membawa-bawa nama NU. Demikian ditegaskan sekretaris PC. NU Kab. Garut, H. Denni Ranggajaya usai acara pertemuan MUI dengan perwakilan Ormas Islam di Pendopo Garut, Senin (31/10/2016).

Menurut Denni, sikap PC NU Garut sudah jelas dan itu berdasarkan intruksi dari Pengurus Besar Nahdalatul Ulama (PB NU) untuk aksi tanggal 4 November tidak boleh ada yang berangkat ke Jakarta, dan tidak boleh ada yang ikut Demo. “Karena masalah Ahok sudah dilimpahkan ke Kepolisian. Intinya kan tegas bahwa Ahok itu harus di proses secara hukum dan sekarang sudah berjalan. Maka kita tidak perlu lagi melakukan aksi pengerahan massa ke Jakarta.” ujarnya.

Akan tetapi, kata Denni, jika ada yang “keukeuh” ingin berangkat ke Jakarta disarankan jangan anarkis dan harus menjaga ketertiban dan keamanan. “Kita hanya dapat menyarankan satu jangan anarkis ke dua harus menjaga keamanan dan ketertiban. Dan yang jelas jangan mengatasnamakan NU, yang berangkat itu person saja.” ucapnya. Jadi, lanjut Denni, kalau ada yang berangkat jangan mengatasnamakan NU atau lembaga. Karena kalau NU sudah jelas tidak boleh ada yang berangkat ke Jakarta. “Pokoknya saya jamin NU dari Garut tidak akan ada yang berangkat.Sikap organisasi sudah jelas dan ini intruksi langsung dari PB NU,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kab. Garut, Asep Suparman, memberikan apresiasinya terhadap MUI dan ormas islam lainnya yang telah menyatakan sikap untuk tidak berangkat ke Jakarta pada demo Ahok, yang rencananya akan dilaksanakan Jumat (4/11) mendatang. “Kami mengapresiasi kepada MUI dan ormas Islam lainnya dengan mengadakan nota kesepakatan ini, bahwa umat islam yang ada di Garut masih tetap kondusif,” ujarnya.

Dalam pertemuan Senin (31/10) di Gedung Pendopo Garut itu hadir perwakilan dari berbagai Ormas Islam dari NU, Muhammadiyah, Persis, SI, FPI dan yang lainnya. Hadir pula dari unsur kepolisian dan TNI.(Jay)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI