Akibat Banjir di Kahatek, Kedatangan Bus Antar Kota di Garut Molor Lebih dari Lima Jam

TARKID, (GE).- Jalur tranfortasi di Jalan Nasional III yang melintasi kawasan Rancaekek digenang banjir. Peristiwa tersebut terjadi sampai siang hari. Akibatnya, sejumlah angkutan umum seperti bus antat kota mengalami keterlambatan.

Banjir di Jalan Bandung-Garut di depan PT Kahatex berimbas kepada lamanya jarak tempuh. Sejumlah sopir bus di Terminal Guntur pun mengeluhkan banjir yang terjadi.

Cecep (40), sopir Primajasa mengaku dirinya harus menempuh jarak selama 13 jam dari Jakarta menujuGarut. Pada Senin malam ia berangkat pukul 22.00 dan baru tiba di Garut pada Selasa pukul 13.00 WIB.


“Semalam banjirnya parah sekali. Saya di sana sampai pagi. Baru lewat Kahatex jam 11.00,” ucap Cecep, Selasa (01/11/2016).

Cecep berharap banjir di Kahatex bisa segera ditangani. Jika banjir terus terjadi, akan merugikan warga terutama masalah waktu.

Menurut Cecep, ia juga merugi akibat banjir. Pasalnya pengeluaran untuk membeli bahan bakar menjadi bertambah. Jika macet lebih dari tiga jam ia harus merogoh kocek Rp 100 ribu untuk membeli bahan bakar.

“Banyak penumpang yang turun di tengah jalan juga kalau macet lama. Setahun ini saja sudah tiga kali banjir besar,” katanya.

Yopi (37), sopir bus Diana jurusan Garut-Cicaheum memilih untuk memarkirkan kendaraannya di terminal ketimbang harus beroperasi. Ia lebih memilih merugi daripada bus rusak terkena banjir.

“Busnya kan kecil jadi takut mogok kalau lewat Kahatex. Kalau bus besar masih bisa lewat. Jadi mending diam saja di terminal,” ucap Yopi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Wahyudijaya, mengatakan keberangkatan bus dari Terminal Guntur mengalami keterlambatan 3 sampai 8 jam akibat banjir di Kahatex. Pasalnya banyak bus yang terlambat datang ke terminal.

“Biasanya berangkat jam 04.00 tapi tadi jadi jam 05.30. Apalagi banjir terjadi sejak Senin malam. Banyak bus yang terlambat datang,” ucap Wahyu di Kantor Dishub Garut.

Keterlambatan kedatangan bus, lanjut Wahyu, mencapai tiga jam lebih. Meski begitu, sejumlah penumpang masih bisa terlayani walau waktu tempuh lebih lama. (Idrus Adriawan)***

Editor : Farhan SN

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI