Akhirnya, Moratorium Perizinan Objek Wisata Darajat Dicabut Pemkab Garut

PEMKAB, (GE).- Kontroversi keberadaan kawasan wisata Darajat yang berlokasi di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut terus bergulir. Menyusul turunnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 19 Tahun 2016 tentang penataan kawasan Darajat, Pemkab Garut akhirnya mencabut moratorium perizinan objek wisata air panas alam ini.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Garut, Zat Zat Munazat, mengatakan dengan turunnya Perbup tersebut para pengusaha di Darajat pun kini bisa melegalkan kegiatannya. Namun demikian, para pengusaha objek wisata Darajat tetap harus mengikuti aturan sesuai yang tertuang dalam Perbup.

“Para pengusaha kini bisa melegalkan kegiatannya menyusul turunnya Perbup dengan catatan mereka tetap harus mengikuti aturan yang telah ditentukan,” ujar Zatzat, Senin (5/9/2016).

Dijelaskannya, kepada para pengusaha, Pemkab memeberikan waktu selama satu tahun untuk melakukan perbaikan kawasan wisata. Sebagaimana disebutkan dalam Perbup, diatur pula sejumlah referensi yang berkaitan dengan masalah penataan kawasan Darajat.

“Salah satu yang harus menjadi perhatian dan dilakukan pengusaha di antaranya terkait rekomendasi Pusat Vulkanologi, Meteoroligi, dan Bencana Geologi (PVMBG). Para pengusaha diharuskan menyesuaikan segala bentuk bangunan dengan struktur tanahnya. Mengingat kontur tanahnya yang labil, maka struktur bangunan harus bisa menopang,” bebernya.

Zat Zat menegaskan, pihaknya pernah melakukan komunikasi dengan para pengusaha objek wisata di Darajat yang dinilainya terburu-buru untuk mengajukan izin. Namun kebanyakan pengusaha belum melakukan penyesuaian sehingga pihaknya tak bisa mengabulkannya.

Ditandaskan Zatzat, selama belum sesuai ketentuan, pihaknya tak akan pernah mengeluarkan perizinan. Secara administrasi, pihaknya akan menahan dulu untuk tidak mengeluarkan perizinan sampai pihak pengusaha memenuhi ketentuan.

“Tempat wisata di Darajat juga harus kembali mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini jika luasan wilayah yang sebelumnya sempat diajukan mengalami perubahan.” Tukasnya.

Menurut Zatzat, saat ini kawasan wisata Darajat telah banyak mengalami perubahan luas. Hampir semua kawasan wisata kni luasnya telah bertambah sedangkan IMB yang digunakan masih IMB yang dulu.

Sebagaimana diberitrakan sebelumnya, saluran air menuju objek wisata Darajat sempat diputus oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam BBKSDA). Tindakan tegas itu dilakukan menyusul adanya desakan masyarakat yang menilai penggunaan air oleh kawasan wisata yang ada di Darajat ilegal karena diambil dari kawasan Cagar Alam Papandayan.

Menurut Kepala Seksi BBKSDA Wilayah V Jawa Barat, Toni Ramdani, saluran air yang ditutup ini berada di lima titik dalam dua lokasi, yaitu lokasi Kawah Darajat dan Kawah Manuk.(Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN