Akhirnya Bupati “Ngéléhan,” PKL Diizinkan Kembali Berdagang di Kawasan Pengkolan

PEMKAB, (GE),- Setelah dihantam gelombang aksi massa pedagang kaki lima (PKL) yang meminta agar mereka diijinkan untuk tetap berjualan di Jalan Siliwangi, akhirnya Pemkab Garut luluh dan akan mengijinkan para PKL untuk kembali berjualan sesuai keinginan mereka. Namun mereka diberikan syarat keseragaman gerobak, baik ukuran dan warna, serta tidak mengganggu para pengguna jalan.

” Mereka pakai gerobak, ukurannya 70 cm x 220 cm, rodanya sudah ada semua sama. Tidak boleh menggunakan tali dan tidak boleh menggunakan tempat duduk, kecuali untuk pedagang sendiri,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, usai bermusyawarah dengan belasan wakil PKL di Aula Setda Kabupaten Garut, (19/09).

Kepada kalangan wartawan, Bupati mengatakan, ijin berjualan bagi PKL di Jalan Siliwangi, dengan alasan di jalan tersebut tidak banyak toko.” Di Siliwangi itu tidak banyak toko. Kalau di depan toko mereka dilarang tidak berjualan, seperti di Jalan Ahmad Yani. Tapi di Ahmad Yani juga sewaktu-waktu mereka bisa berjualan dengan roda yang didorong,” ujarnya.

Ditambahkan Rudy, selain harus ada keseragaman sebagai syarat untuk berjualan di Jalan Siliwangi itu. Para PKL harus mengajukan permohonan ke Kapolres, untuk penggunaan badan jalan seluas 70 cm.

Keputusan Pemkab Garut, melalui pernyataan Bupati tersebut, disambut gembira oleh para PKL yang hadir dalam pertemuan di Aula Setda tersebut. ” Alhamdulillah Bapak Bupati sudah merespon konsep kita. Jadi hari ini kami akan mengirimkan surat untuk bisa menggunakan bahu jalan selebar 70 cm dan panjang 170 cm,” ungkap koordinator Masyarakat Pedagang Kreatif Lapangan, Asep Nurjaman.

Asep menyebutkan, sebanyak 200 pedagang yang akan menempati lokasi berjualan nanti, bukan lagi bernama PKL. Akan tetapi berubah status menjadi pedagang kreatif. Sehingga dirinya bisa menjamin ketertiban operasional jualan dan tidak akan mengganggu kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan.

” Memang kalau pedagang kaki lima sulit diatur. Tapi hari ini berbicara pedagang kreatif, yang harkat derajatnya lebih tinggi dan bisa mematuhi aturan-aturan yang ditentukan pemerintah,” tandasnya.

Oleh sebab itu dirinya menjamin setelah berubahnya status para PKL ini akan lebih tertib dan taat aturan. Dicontohkannya, aksi para pedagang yang dilakukan belakangan ini relatif lebih aman dengan tidak adanya akasi anarkis. Ia berharap ke depan, pemerintah bisa melakukan pembinaan berkelanjutan kepada para pedagang, bersama-sama pengurus.

Selain diterima Bupati, musyawarah dengan para pedagang kreatif itu, di hadiri pula Kepala Dinas Perhubungan, Wahyudijaya, Kasatpol PP, Mlenik M, Asda I, Didit dan Kepala pejabat lainnya.(Dief).

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN