Ajukan Fogging Nyamuk Demam Berdarah, Warga Diminta Biaya Satu Juta Lebih

TARKI, (GE).- Pemkab Garut dinilai tak serius tangani penyebaran wabah DBD. Padahal masyarakat mengaku was-was jika penyakit menular itu menimpa mereka.

Wabah DBD paling banyak ditemukan di kawasan perkotaan. Mereka yang terjangkit pada umumnya dirawat di Puskesmas terdekat bahkan ada juga yang dirujuk ke RSUD. dr. Slamet Garut.

Ketua RT. 01 RW. 03 Desa Tarogong, Jaja Suryana Yusuf mengaku sangat kecewa dengan sikap Pemkab Garut yang dinilai tak serius dalam upaya penanganan DBD. Padahal saat ini kasus DBD di sejumlah daerah di Garut termasuk di daerahnya sudah sangat mengkhawatirkan.

Menurut Jaja, di wilayah RT 01, dalam kurun waktu dua pekan terakhir sudah ada enam orang yang diduga terserang DBD. Mereka mengidap suatu penyakit yang gejalanya mirip dengan penderita DBD di antaranya panas tinggi serta diikuti dengan munculnya bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuhnya.

Menurut Jaja, seharusnya pemerintah sigap dalam menyikapi berbagai macam permasalahan yang muncul di masyarakat. Apalagi jika masalah yang muncul adalah penyakit yang bisa mengancam keselamatan jiwa seperti halnya DBD.

Namun yang terjadi di Garut saat ini, tuturnya, pemerintah seolah acuh tak acuh dalam menyikapi permasalahan DBD yang nyata-nyata sudah banyak melanda masyarakat. Bahkan berdasarkan berita yang didengarnya, saat ini penderita DBD di Garut mencapai dua kali lipat dibanding waktu yang sama pada tahun sebelumnya.

Dikatakan Jaja, jangankan melakukan upaya pencegahan berupa pengasapan di daerah-daerah yang diduga sudah banyak penderita DBD-nya, sekedar memberikan sosialisasi pun pemerintah tak pernah Padahal masyarakat saat ini sudah dilanda keresahan karena khawatir jumlah korban akan terus bertambah.

Pada awalnya, tutur Jaja, dia akan mengajukan pengasapan ke Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat. Namun akhirnya rencana itu diurungkan karena mendengar kabar untuk pengasapan harus bayar Rp 1.050.000 untuk satu titik. Ini sangat disesalkan karena menurutnya menunjukan perhatian pemerintah yang sangat buruk terhadap warganya. Farhan SN***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN