Ajenrem 062/Tn Gelar Kampanye Sosialisasi Perekrutan Calon Prajurit TNI AD

GARUT,(GE).- Ajudan Jenderal Komando Resort Militer (Ajenrem) 062/Tarumanagara menggelar sosialisasi/ kampanye penerimaan calon prajurit TNI AD/ TA 2017 kepada para siswa-siswi se-wilayah Kota Garut.

Diketahui, 500 an orang pelajar menyatakan kesiapannya menjadi calon prajurit TNI AD. Kampanye/ sosialisasi ini diadakan di beberapa kampus sekolah menengat tingkat atas, diantaranya SMAN 1, SMAN 2 dan SMA 15 Garut, Senin (06/02/2017).

Dalam kesempata ini, Ajenrem 062/ Tarumanagara menyampaikan informasi jelas dan sistematis kepada warga negara yang memenuhi syarat untuk menjadi prajurit TNI.


Disamping itu, Ajenrem juga bertujuan menjaring potensi sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kodam III/Siliwangi, khususnya di Garut untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI.
Penyediaan Prajurit TNI ini merupakan program kerja TNI AD untuk mencari minat generasi muda, terutama para pelajar yang ada di sekolah-sekolah untuk bergabung menjadi Prajurit TNI. Kami mengajak dan mendorong serta memotivasi kepada para pelajar agar mengisi diri dan memiliki cita-cita setinggi mungkin.

Tidak menutup kemungkinan bahwa calon Pemimpin Daerah maupun Nasional mendatang ada di tengah-tengah kalian semua. Oleh karena itu TNI AD memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para Pemuda-pemudi, khususnya putra daerah untuk memilih dan mengabdikan diri menjadi Prajuit TNI. Demikian diungkapkan Kaajenrem 062/Tn Mayor Caj Andriyanto Renaldi, S.Kom.

“Kegiatan sosialisasi kampanye penerimaan prajurit ini saya berharap para siswa/siswi bisa menyerap apa yang disampaikan. Sehingga tidak ada lagi keraguan jika ingin masuk TNI. Yang sangat diperlukan adalah masalah pembinaan baik fisik, kesehatan, mental dan akademik. Kesiapan itulah yang sangat diperlukan jika seseorang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit TNI.” Jelasnya.

Dalam penyampaian materi kampanye/sosialisasi tersebut tim kampanye/sosialisasi yang diketuai oleh Kaajenrem 062/Tn Mayor Caj Andriyanto Renaldi, S.Kom, menyampaikan beberapa poin penting terkait pelaksanaan penerimaan parjurit TNI. Salah satu poin penting itu diantaranya tidak dibenarkan kepada calon Prajurit untuk membayar sejumlah uang kepada oknum tertentu dengan imbalan lulus.

“Apabila ada oknum yang menawarkan bantuan dan jaminan lulus dengan imbalan tertentu sudah dipastikan bahwa itu tidak benar. Kami menekankan, bahwa dalam proses tahapan pendaftaran serta proses seleksi pengujian dan pemeriksaan sampai calon tersebut dinyatakan lulus dan siap masuk pendidikan. Semuanya itu tidak dipungut biaya alias Gratis.” Tegasnya.

Ditegaskannya, setiap calon dari awal memang harus sudah mempersiapkan diri, baik mental maupun fisik karena menjadi tentara menuntut setiap calon prajurit harus benar-benar melatih dan menjaga fisik, kesehatan serta mentalnya.

“Seleksi ini dilakukan secara terbuka dan fair. Sehingga Angkatan Darat (TNI AD) akan mendapatkan calon prajurit yang betul-betul sehat jasmani dan rohani sesuai kriteria dan standar yang ditetapkan di TNI Angkatan Penerimaan calon prajurit TNI AD (Perwira, Bintara & Tamtama) adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka memproses warga negara RI yang bersedia mengabdikan diri kepada NKRI melalui TNI AD.” Urainya.

Penerimaan prajurit sendiri dilaksanakan oleh TNI AD secara rutin setiap tahun, dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi TNI AD. (Penrem 062/Tn).***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI