Air dari PDAM Tirta Intan Berhenti Mengalir, Warga Empat Kecamatan Kalangkabut

GARUT (GE).- Sejak enam bulan ke belakang, aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Inta kerap mengalami hambatan. Bahkan ke beberapa lokasi air tidak mengalir dalam beberapa hari. Bahkan kalau pun mengalir volumenya sangat kecil.

“kalau musim kemarau saya maklum. Tapi ini musim penghujan. Ko alirannya sangat kecil. Bahkan kalau pagi hari sampai siang tidak ada sama sekali,” ujar Rini Kartini (26), warga Perum Mandala Sudirman, Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (26/10/17).

Ia mengaku sudah bosan dengan pelayanan yang buruk oleh PDAM Garut. Padahal, menurutnya tiap bulan ia harus membayar tepat waktu. Kalau pun terlambat pasti dikenakan denda.

Tapi, kata Rini, ketaatannya dalam membayar iuran tidak diimbangi oleh pelayanan yang prima. Bahkan tanpa ada rasa malu semakin hari pelayanan PDAM di Garut semakin buruk.

“Anehnya tidak ada pengawasan terhadap kinerja PDAM Tirta Intan ini. Kalau begini terus malah masyarakat yang rugi,” katanya.

Ia berharap, Bupati Garut sebagai orang yang berwenang dalam roda pemerintahan memberikan teguran terhadap PDAM Tirta Intan yang telah merugikan banyak orang. Jangan sampai warga kehilangan pegangan dan kepercayaan terhadap pemerintah daerah.

Warga lainnya di Perum Intan Regency, Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut Ami (31), mengaku sudah pegal-pegal badan karena tiap hari harus mengangkut air. Padahal tiap bulan ia harus membayar uang tagihan dari PDAM Tirta Intan.

“Sudah cape pa, saya tiap hari ngangkut-ngangkut air terus. Bahkan untuk minum dan mandi saya harus beli air galon,” akunya.

Ia berharap PDAM Tirta Intan bisa memberikan konvensasi pembayaran atas ketidaknyamanan pelayanan yang selama ini diberikan. Bahkan kalau bisa, selama airnya tidak normal seluruh pembayaran digratiskan.

“jadi selama ini kami bayar apa. Airnya juga ga ngalir. Ada ngalir kecil harus diangkut-angkut,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan “GE” aliran air dari PDAM Tirta Intan berhenti mengalir pada waktu-waktu krusial di empat kecamatan di Kabupaten. Empat kecamatan tersebut adalah Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota dan Kecamatan Karangpawitan. (Farhan SN)***