Ada Harta Karun Peninggalan DI TII di Gunung Haruman ?

KABAR terkait adanya harta karun berupa batangan emas di sekitar Gunung Haruman hingga saat ini masih jadi perbincangan hangat warga sekitar. Keberadaan sejumlah harta karun di pegunungan asri nan eksotik wilayah utara Garut ini hingga kini masih menjadi misteri.

Selama ini, isyu yang beredar di kalangan masyarakat memang beragam. Diantaranya, beberapa kelompok mempercayai, jika di Gunung Haruman tersebut terdapat bebatuan yang mengandung emas. Sejumlah warga yang percaya tak sedikit sengaja mendaki gunung untuk mendapatkan bongkahan batu yang dianggap mengandung emas ini.

Selain itu, ada juga kelompok warga yang percaya, harta karun yang terpendam di Gunung Haruman itu berbentuk perhiasan emas seperti liontin, gelang, atau cincin.

Isyu adanya harta karun berupa emas ini memang diyakini keberadaannya, khususnya warga yang bermukim di kaki Gunung Haruman atau tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Leuwigoong.

Sekertaris Desa Karang anyar, Muhammad Sugandi yang ditemui di kantornya, menuturkan, cerita mengenai harta karun itu, memang sudah beredar sejak “zaman baheula.” Muhammad Sugandi sendiri mendapat informasi keberadaan harta karun ini dari orang tuanya, bahwa di salah satu tempat di Gunung Haruman, terkubur harta karun berbentuk perhiasan emas, peninggalan zaman DI-TII.

“Ya, saya sendiri mendapatkan informasinya dari orang tua. Katanya emas yang terkubur  di Gunung Haruman itu milik anggota DI-TII, sewaktu melarikan diri ke pegunungan, karena terdesak oleh kepungan tentara bersama warga sekitar yang pada masa itu menggelar penyergapan yang terkenal dengan “pagar betis.” Ungkapnya.

Dikisahkannya, saat terkepung dan terdesak di area pegunungan Haruman inilah para anggota DI TII menyembunyikan harta perbekalannya berupa emas dengan cara dikubur dalam tanah sekaligus dengan helm bajanya.

“Katanya, emas-emas itu dikubur bersama helm baja dan beberapa senjata di satu titik, dan di atasnya ditanami bambu haur. Sekarang, di Gunung Haruman memang dipenuhi tanaman rumpun bambu haur,” tuturnya.

Saat ini, sejumlah warga yang mempercayai keberadaan harta karun di Gunung Haruman mengaku kesulitan untuk menemukan harta yang konon peninggalan pasukan DI TII ini. Karena memang saat ini disekitar Gunung Haruman banyak ditumbuhi pohon bambu yang teramat lebat.

“Bagi yang percaya akan keberadaan harta karun itu, pemburuan masih terus diupayakan. Namun mereka mendapat kesulitan, karena dibeberapa titi pegunungan banyak dtibmbuhi pohon bambu yang cukup lebat,” katanya.

Sekdes Karanganyar mengatakan, dari informasi atau kisah orang tuanya, jumlah harta karun yang terpendam di Gunung Haruman ini diperkirakan tidak akan kurang dari 10 Kilo Gram.

Sementara itu, Kades Karanganyar, Asep mulyana,mengamini apa yang disampaikan Sekdesnya. Asep menambahkan, sebagian area Gunung Haruman, memang masuk teritorial wilayah Desa Karang anyar.

“Ya, memang sebagian warga percaya, ada harta karun yang terpendam di sana. Namun hingga detik ini kebenarannya masih belum bisa dibuktikan,” jelasnya, belum lama ini.

Dari catattan yang ada di Kantor Desa Karanganyar, wilayah Gunung Haruman luasnya mencapai 71,141 hektare, dari sekian luasnya tersebut 24 hektare diantaranya digarap warga sekitar untuk bercocok tanam.

Hingga saat ini, keberadaan harta karun berupa berkilo kilo gram emas di Gunung Haruman masih menjadi misteri, karena memang belum ada seorangpun warga yang berhasil menemukannya. Walau masih belum jelas keberadaannya,namun, sebagian warga masih tetap percaya. Tak heran, menurut Kades Karanganyar hingga sekarang tak sedikit para pemburu harta karun yang mencoba peruntungannya mencari emas di Gunung Haruman. (Useu G Ramdani)***