Ada Apa? Kapolres Mendadak Kumpulkan Kapolsek Zona 2 Selatan

Kapolres Garut, AKBP Arif Budiman, S.I.K, M.Si,

BUNGBULANG, (GE).- Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Arif Budiman, mendadak mengumpulkan seluruh Kapolsek yang ada di wilayah Garut Selatan. Bertempat di Aula Desa Bungbulang seluruh Kapolsek zona 2 Selatan nampak hadir memenuhi undangan Kapolsek.

Ditemui usai pertemuan, Kapolres Garut AKBP. Arif Budiman, mengatakan jika seluruh anggota polisi memahami dan menjalankan visi misi Kapolri dengan benar, maka tidak akan pernah terjadi konflik antara masyarakat dan Polisi. Dia mengaku prihatin dengan terjadinya konflik sosial dan terjadinya kontijensi yang menunjukan belum sinkronnya antara aparat penegak hukum dengan masyarakat.

“Kita sengaja mengumpulkan para Kapolsek serta anggotanya yang berada di wilayah zona 2 yang meliputi Polsek Pamulihan, Pakenjeng, Bungbulang, Caringin, Talegong dan Cisewu. Mereka mendapatkan arahan tentang antisipasi terjadinya konflik sosial dan terjadinya kontijensi di wilayah Garut,” ujar Arif saat ditemui seusai memberikan arahan,  Rabu (31/8/2016).

Dikatakan Arif, kegiatan ini juga ada kaitannya dengan program kerja 100 hari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang belum lama ini dilantik. Dimana salah satu programnya adalah pemberian sosialisasi terhadap seluruh anggota polisi dalam mengantisifasi terjadinya konflik sosial dan terjadinya kontijensi.

Menurut Arif, kegiatan ini merupakan salah satu upaya antisifasi dimana minimal dengan adanya visi misi Kapolri yang bila dijalankan dengan benar, tentu tidak akan ada kejadian yang tak diharapkan antara polisi dengan masyarakat. Konflik yang terjadi selama ini disebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum termausk di dalamnya polisi.

Dipaparkannya, peningkatan kepercayaan publik bisa dilakukan dengan menjadi seorang polisi yang “manis”, dalam artian bersikap baik, sopan santun, ramah, serta benar-benar menjadi pengayom masyarakat. Reformasi kultural di antaranya dengan menghilangkan budaya korup di tubuh Polri, laksanakan tugas dengan baik tanpa ada niat lain selain penegkan hukum, tidak menambah rumit permasalahan.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga mengungkapkan kalau selama ini penampilan polisi sering menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan banyak polisi yang suka pamer kekayaan dan berpenampilan serba wah dengan menggunakan pakaian atau barang mewah yang harganya mahal. Ini bisa merusak citra polisi secara keseluruhan sehingga diharapkan polisi tampil bersahaja tapi rapi dan sopan terutama saat bertugas.

“Tak usah tampil berlebihan kalau sedang bertugas. Kalau mau menikmati kekayaan sebaiknya di luar dinas dan tak pakai pakaian dinas. Hindari barang mewah yang bisa menimbulkan kecurigaan masyarakat karena kita diatur undang-undang termasuk saat kita menjalankan bisnis,” ucap Arif.

Khusus untukmpara Kapolsek, Arif meminta agr lebih sering mengawasi anak buahnya. Jangan sampai ada anak buah yang tidak masuk kantor dalam beberapa hari dibiarkan sehingga membuka pelauang bagi anggota polisi untuk berbuat nakal.

Arif menegaskan tidak akan segan-segan memberikan sanksi termasuk pemecatan terhadap anggota polisi nakal yang sering mangkir serta berbuat macam-macam. Apalagi jika ada anggota polisi yang berperilaku seperti preman. (Farhan SN)***