Tahanan Polsek Bayongbong Meninggal tak Wajar, Besok Petugas Polres Garut Gelar Autopsi

CIGEDUG, (GE).-  Menyusul dugaan kuat ketidakwajaran kasus kematian Ahmad Wijaya (18), yang menjadi tahanan Polsek Bayongbong terus diselidiki. Polres Garut akan melakukan autopsi jenazah Ahmad untuk mengetahui penyebab kematiannya, Rabu (27/4/2016).

Sebelumnya, pada Senin (18/4), keluarga almarhum Ahmad melaporkan kejanggalan kematian warga Kampung Cigedug Kaler, Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug tersebut. Kematian Ahmad diduga karena penganiayaan oleh seseorang berinisial HY.

Pihak keluarga pun mempertanyakan surat penahanan Ahmad yang tak diberikan Polsek Bayongbong. Bahkan keluarga menduga Ahmad sempat dipaksa untuk meminum obat rumput.

“Masih kami selidiki. Besok akan kami autopsi langsung di makamnya. Nanti kan bisa diketahui penyebab kematiannya,” ujar Kapolres Garut, AKBP Arif Budiman di Mapolres Garut, Selasa (26/4/2016).

Autopsi tersebut, lanjut Arif, untuk menemukan tanda-tanda kekerasan. Pihaknya juga tengah menelusuri apakah Ahmad sakit saat di tahanan atau sebelum di tahanan.

“Kematiannya juga diselidiki apakah meninggal sebelum atau setelah ditahan,” ucapnya.

Dari laporan yang diterima pihak kepolisian, tutur Arif, kekerasan yang terjadi kepada Ahmad dilakukan oleh warga. Sebanyak tujuh saksi mulai dari kepala desa hingga anggota polisi telah dimintai keterangan.

“Tetap kami proses, siapapun itu. Kapolsek (Bayongbong) juga sudah diperiksa. Termasuk anggota yang jaga saat kejadian,” katanya.

Arif menambahkan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk menentukan penyedikan selanjutnya. (Slamet Timur).***