Hati-hati ! Ribuan Lembar Uang Palsu Beredar di Garut

KARANGPAWITAN, (GE).- Anda patut hati-hati jika bertransaksi uang dalam jumlah banyak. Pasalnya peredaran uang palsu di Garut semakin mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, sudah ada lima kasus uang palsu yang terjadi di Garut.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar, Mikael Budisatrio, menyebutkan dari lima kasus penyebaran uang palsu di Garut, ditemukan sebanyak 3.414 lembar uang palsu. Ini terungkap hanya dalam kurun waktu kurang dari empat bulkan, yaitu dari awal januari hingga pertengahan April 2016.

“Ini jumlah yang terhitung banyak dibandingkan daerah lainnya di Jabar meskipun masih ada yang jumlahnya lebih banyak dari yang ditemukan di Garut,” ujar Mikael saat ditemui disela kegiatan Sosialisasi Keaslian Uang Rupiah dan Penanganan Tindak Pidana Uang Palsu di Aula Mumun Surachman, Mapolres Garut, Senin (25/4/2016).

Menurut Mikael, untuk tingkat Jabar, kasus yang terjadi di Garut ini menempati urutan keempat setelah Indramayu, Kota Bandung, dan Sukabumi. Jumlah uang palsu yang telah didapatkan di Garut ini mencapai 3.414 lembar, sedangkan di Indramayu 5.423 lembar, Kota Bandung 2.773 lembar dan Sukabumi 2.459 lembar.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, tutur Mikael, pada kasus terakhir uang palsu di Garut ditemukan barang bukti sebanyak 1.847 lembar. Hal ini tentu patut disesalkan sehingga perlu adanya pengetahuan dari berbagai pihak di Garut termasuk masyarakat agar bisa membedakan antara uang asli dengan yang palsu.

Dengan alasan itulah, tambahnya, saat ini pihaknya menggelar kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai unsur mulai dari aparat penegak hukum, aparat pemerintahan, serta masyarakat terutama para pedagang. Hal ini menurutnya sesuai dengan tugas BI untuk mengantisipasi peredaran uang palsu.

“Sesuai Undang-undang nomor 7 tahun 2011, BI harus melakukan sosialisasi. Temuan uang palsu setiap tahunnya mengalami peningkatan. Di Jabar peningkatannya mencapai 28 persen,” katanya.

Diungkapkannya, jika peredarannya dibiarkan, hal ini bisa membuat masyarakat tak percaya kepada rupiah. Dampaknya akan sangat buruk karena bisa mengganggu perekonomian terutama para pedagang di pasar.
Sementara itu Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Arif Budiman mengatakan, pihaknya terus melalukan penyelidikan terhadap peredaran uang palsu di Kabupaten Garut. Terakhir kasus temuan uang palsu terjadi pada bulan Februari.

Diterangkannya, dalam kasus terakhir yang ditangani Polres Garut, ada tiga tersangka yang diamankan. Uang palsu dari tiga tersangka itu terdiri dari pecahan 100 ribuan senilai 120 juta.

Lebih jauh dijelaskannya, kasus uang palsu tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Garut Kota. Kualitas uang palsu pun sangat jauh dari keaslian uang rupiah. (Farhan SN)**