Jumlah Pengangguran di Garut Terus Meningkat, Ini Penyebabnya !

TARKI, (GE).-Tak sebandingnya jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Garut dengan jumlah pencari kerja menyebabkan angka pengangguran di Garut tinggi. Sebagian besar dari mereka merupakan lulusan SMA/SMK.

Menurut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Garut, Elka Nurhakimah, selama tahun 2015 angka pencari kerja di Kabupaten Garut mencapai 18 ribu orang. Angka ini masih sama dengan angka pada tahun 2014 lalu. Berarti angka tersebut mencapai 7,2 persen dari jumlah total warga Kabupaten Garut yang mencapai sekitar 3 juta.

“Jumlah angka pencari kerja di Garut ini memang tidak sebanding dengan jumlah perusahaan yang ada. Itulah salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya angka pengangguran di Garut,” ujar Elka, Selasa (23/2/2016).

Mencari kerja ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, tutur Elka, pada akhirnya menjadi alternatif bagi para pencari kerja dari Garut. Sayangnya, selama ini banyak pencari kerja yang tak melapor ke Dinsosnakertrans jika telah mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut menjadi kendala bagi pihaknya dalam mendata warga Garut yang telah bekerja.

Diakui Elka, adanya sejumlah perusahaan yang berdiri beberapa tahun ini di wilayah Kabupaten Garut cukup membantu para pencari kerja. Tahun lalu, jumlah tenaga kerja yang terserap bisa sampai 3.000 orang yang terserap. Untuk lebih meningkatkan daya serap tenaga kerja, tambahnya, Dinsosnakertrans selama ini terus meningkatkan daya saing warga memberikan keterampilan. Tak hanya, pihaknya juga terus memantau terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul banyaknya perusahaan yang gulung tikar. Namun dari hasil pemantauan, hingga sejauh ini di Garut belum ada karyawan yang di PHK secara serentak.

“Kami lebih menganjurkan kepada warga untuk membuka usaha sendiri mengingat sulitnya mencari pekerjaan di Garut. Itulah salah satu tujuan kami memberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja selama ini,” ucap Elka. (Farhan SN)***