Rel Kereta Maut di Garut, Kembali Renggut Korban

KADUNGORA, (GE).- Nahas nasib Slamet Waseso (36). Kecelakaan di rel kereta api (KA) maut kini merenggut nyawanya. Lokasi kejadian tepatnya di Kampung Buleud Desa Neglasari Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Selasa (23/2/2016). Slamet tercatat sebagai warga Kecamatan Banyuresmi dan tertabrak oleh KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya-Bandung.

Kepala Bagian Operasi Polres Garut (Kabag Ops) Wira Sutriana, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.25 di rel KA KM 6-7 203, Kampung Buleud, Desa Neglasari. Pihaknya mengetahui ada laporan tersebut setelah ada laporan dari penjaga kereta api akan adanya warga yang tertabrak.

“Saat itu penjaga kereta api bernama Sahudin mendapat laporan dari saudara Azis yang merupakan security stasiun Leles setelah ia diberitahu oleh masinis kereta api Sriyanto. Saat itu Sahidin langsung mendatangi lokasi dan mendapau korban dalam keadaan meninggal dunia dan langsung melapor ke Polsek Kadungora dan pihak Polsek langsung melakukan pengecekan,” ujarnya.

Pertama ditemukan, dalam tubuh korban tidak ditemukan satupun identitas yang menunjukan nama dan alamatnya. Namun setelah pihak Polsek Kadungora berupaya mencari identitas korban, warga yang tertabrak tersebut diketahui atas nama Slamet Wisoso (36) warga kampung Paridi, desa/kecamatan Banyuresmi.

“Saat ditemukan kondisi tubuh korban sangat mengenaskan, dimana kepala sudah pecah, kaki patah, muka juga sudah sangat rusak. Korban diketahui berprofesi sebagai pedagang, dan saat usai melakukan oleh TKP oleh Polsek korban langsung dibawa ke RSUD dr Slamet Garut,” katanya.

Kabag Ops mengungkapkan jika kecelakaan di rel KA ini bukan kali pertama, namun ia belum bisa memastikan apakah korban sengaja bunuh diri atau tidak. Menurutnya bisa saja korban tidak mengetahui adanya kereta api yang akan lewat sehingga kemudian tertabrak.

“Dengan adanya kejadian ini untuk kesekian kalinya, kepada masyarakat kami mengimbau agar senantiasa berhati-hati saat berjalan kaki di sekitar rel kereta api. Jangan sampai kemudian menjadi korban akibat ketidaktahuan jadwal kereta api datang, walau masalah umur sudah urusan yang diatas,” ucapnya. Farhan SN***