Minat Warga Garut Untuk Jadi TKI Menurun

TARKI, (GE).- Selama tahun 2015, terjadi penurunan yang signifikan terkait jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Garut yang berangkat ke luar negeri. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya adanya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 221 Tahun 2015.

Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Garut, Elka Nurhakimah didampingi Staf Seksi Penempatan Tenaga Kerja, Arif Rahman, menuturkan selama tahun 2015 hanya terdapat 205 TKI asal Garut yang berangkat ke luar negeri. Hal ini menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 594 TKI.

Diterangkan Elka, keputusan menteri tersebut terkait penghentian dan pelarangan penempatan TKI pada pengguna perseorangan di negara kawasan Timur Tengah. Ini membawa dampak yang cukup besar sehingga berakibat menurunnya jumlah TKI yang berangkat ke luar negeri setelah turunnya peraturan tersebut.

Menurut Elka, penurunan jumlah TKI hanya terjadi pada sektor informal sedangkan untuk sektor formal tidak terjadi penurunan. TKI pada sektor informal sebagian besar berangkat ke luar negeri untuk menjadi pembantu rumah tangga. Sementara, TKI sektor formal berangkat ke luar negeri untuk bekerja di perusahaan-perusahaan asing.

“Pada tahun 2014 jumlah TKI pada sektor informal mencapai 566 orang sedangkan pada sektor formal hanya 28 orang. Lalu pada 2015, jumlah TKI di sektor informal menurun sangat signifikan yaitu hanya 169 orang. Sementara, TKI pada sektor formal jumlahnya ada 36 orang,” katanya.

Pada 2014 mau pun 2015, kata Elka, TKI pada sektor informal semuanya perempuan. Artinya sebagian besar mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri. Terkait penghentian pemberangkatan TKI ke kawasan timur tengah, dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang banyak terjadi selama ini. Hal ini ada kaitannya dengan kebijakan negara di Timur Tengah yang dianggap kurang respon terhadap keinginan pemerintah Indonesia dalam hal hak-hak TKI dan perlindungannya. Elka juga menyebutkan, jumlah TKI pada sektor informal lebih baik menurun.

Maksudnya, jangan sampai TKI hanya menghabiskan waktu dan umurnya di luar negeri tanpa hasil besar. Untuk itu, sebelum TKI berangkat ke luar negeri, Dinsosnakertrans selalu memberikan pemahaman kepada mereka. Tujuannya agar mereka tidak salah memanajemen penghasilan yang telah didapatnya dengan susah payah.

Masih menurut Elka, Dinsonakertrans Kabupaten Garut juga sangat menekankan agar warganya yang ingin pergi ke luar untuk senantiasa berhati-hati. Mereka diminta agar jangan mudah tergiur oleh orang asing yang menawarkan berangkat ke luar negeri. Farhan SN***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN