Agar Negeri Muslim Tidak Dikuasai Syi’ah

Oleh: Syamsul Ridwan

Dalam teologi Syiah klasik, Syi’ah sebenarnya menjauhi politik, birokrasi, dan perang. Bahkan aslinya Syiah itu tidak agressif seperti gerakan Zending Kristiani. Tapi sejak Revolusi Khomeini 1979, Syiah berubah. Mereka jadi agressif, ofensif, sangat berambisi terhadap kekuasaan. Awalnya, teologi Syiah bersifat PASIF, menanti kedatangan Al Mahdi Al Muntazhar. Tapi sejak Khomeini bergerak, Syiah (Imamiyah) menjadi bahaya bagi seluruh negeri Muslim Sunni.

Syiah menjadi agressif karena ideologi mereka dimasuki pemikiran-pemikiran Pan Syiahisasi. Makna gerakan ini kurang lebih adalah: Khomeini menjadi simbol agama dan spiritual kaum Syiah Imamiyah, kemudian ditumpangi pemikiran anti Islam yang dikembangkan Barat (Amerika-Eropa). Singkat kata, Barat masih trauma kepada kaum Muslimin terkait Perang Salib masa lalu dan perang kemerdekaan di berbagai negeri Muslim. Untuk itu, mereka meminjam tangan-tangan Syiah untuk memukul kaum Muslimin (Ahlus Sunnah Wal Jamaah).

Bagi Barat, Syiah Imamiyah lebih baik daripada Islam, karena: (a). Ajaran-ajaran Syiah Imamiyah bersifat antagonis terhadap dasar-dasar akidah dan Syariat Islam. Tanpa ada Syiah pun, Barat harus membentuk disiplin ORIENTALISME dan ISLAM LIBERAL, dalam rangka menggembosi akidah Islam; (b). Secara historis, pasukan Salib Eropa sering kerjasama dengan Syiah, di masa lalu, untuk menghantam Islam. Bahkan Syiah tak segan kolaborasi dengan Tatar Mongol untuk menghancurkan Khilafah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad.

Di mata Barat, berlaku prinsip: “Lawan musuhmu adalah kawanmu!” Lawan dari Syiah adalah kaum Muslimin. Maka Syiah menjadi teman bagi Barat untuk merealisasikan missi kolonialisasi dan eksploitasi mereka di tengah negeri-negeri Muslim.

Adanya gerakan Syiah yang agressif, offensif, dan provokatif, jangan merasa heran, terkejut, atau bimbang. Hal semacam itu sudah menjadi missi asli, sebelum Barat mendukung Revolusi Khomeini 1979. Sejak era Khomeini, maka tidak ada satu pun negeri Muslim yang ditinggalkan oleh Syiah. Mereka terus berusaha masuk, menyusup, berpengaruh, lalu menguasai. Kalau sudah berkuasa, pasti mereka akan KOLABORASI dengan kekuatan Barat (Amerika-Eropa). Itu pasti.

Perlu diketahui, sejak muda Khomeini tinggal di Paris, Perancis. Setelah janggutnya memutih, dia baru pulang ke Iran. Secara politik, intelektual, kepribadian, Khomeini disiapkan di Paris. Siapa yang menyiapkan? Ya anasir-anasir Barat itu. Mana mungkin semua jasa Barat ini gratis. Tidak mungkinlah. Bisa dikatakan, 70 % dari keberhasilan Revolusi Syiah 1979 adalah hasil kerja missi politik Barat. Kaum Syiah tahu itu. Maka mereka pun “berhutang budi” untuk membalas jasa-jasa Barat.

Syiah sejatinya adalah agen-agen kolonialisme Barat juga. Selain orientalis, kaum Liberal, kaum hedonis, media sekuler, para dai Syiah juga masuk bagian missi kolonialisme ini. Di mana Barat ingin menaklukkan sebuah negeri Muslim, mereka akan fasilitasi Syiah masuk ke dalam negeri itu. FAKTA BESAR yang harus Anda tahu semua: PBB, Amerika, dan Uni Eropa tidak memasukkan gerakan Syiah ke dalam tuduhan terorisme. Nah, kenapa bisa begini? Kalau pun Hizbula Libanon dimasukkan daftar teroris, karena mereka pernah beberapa kali menyerang Israel lewat tembakan mortir.

Jadi, negeri Muslim seperti kita, jangan pernah bermimpi akan bebas sama sekali dari gerakan Syiah. Ya itu tadi, Syiah sudah satu paket dengan missi kolonialisme Barat. Apalagi Indonesia memiliki kekayaan alam (negara) sangat besar.

Lalu, apa saja yang mesti harus terus kita adakan, agar negeri Muslim seperti kita ini bisa aman atau IMUN dari invasi Syiah yang sejak lama ingin menguasai dan mendominsasi? Ada beberapa langkah strategis yang mesti kita lakukan, yaitu sebagai berikut:

– Terus hidupkan pengajaran ilmu-ilmu agama, seperti Tajwid, bahasa Arab, Ilmu Al Qur’an, Ilmu Hadits, Tafsir, Fiqih, Tauhid, Akidah, Akhlak, Sirah Nabawiyah, Muamalah, dan sebagainya. Ia seperti mata air cahaya yang akan menerangi kehidupan insan. Jangan sampai kita tinggalkan mengajarkan ilmu-ilmu ini. Belilah buku-buku keislaman, dan baca, pahami, amalkan. Kesesatan manusia yang akhirnya terjerumus dalam Syiah, karena mereka jahil (gelap) dari ilmu agama.

– Hidupkan pelajaran, pengajaran, hikmah, ceramah, taushiyah, kuliah tujuh menit, dengan materi KEUTAMAAN PARA SHAHABAT. Ajarkan kemuliaan Isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, para Shahabat yang dijamin masuk surga, para Ahli Badar, para Muhajirin, para sahabat Anshar. Ajarkan semua itu, ceritakan semua itu, teladankan kepada anak-anak kita. Pengajaran ini akan menjadi BENTENG HEBAT untuk mematikan dakwah Syiah secara alamiah. Insya Allah.

Namun dalam konteks amaliyah, jangan pula berkesimpulan, bahwa saya telah melaksanakan butir-butir itu dengan baik. Apa yang diutarakan di atas adalah manhaj pemahaman yang diyakini dan disetujui, bukan sebagai klaim atas kesempurnaan keimanan dan amal. Akhirnya, hanya kepada Allah Ar Rahman kita memohon hidayah, taufik, dan istiqamah. Wallahu a’lam.
Foto : Syamsul Ridwan

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN