Ditemukan Banyak Sisik Ular di Sekitar Rumah, Setelah Dilihat ke Atap ih Menakutkan.!

TARKI, (GE).- Warga Kampung Tarogong Tengah Desa Tarogong Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (4/2/2016) dihebohkan dengan ditemukannya seekor ular sanca di atap rumah seorang warga. Sanca batik sepanjang 3 meter dengan berat mencapai 5 kilogram itu diduga kuat sebagai penyebab hilangnya sembilan ekor ayam milik warga dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini

Jika ular sanca itu ditemukan di kawasan yang dekat dengan areal sawah atau perkebunan dan juga sungai, mungkin tidak akan terlalu mengagetkan warga. Namun ketika ular itu ditemukan di atas atap rumah warga, hal ini tentu membuat warga kaget. Apalagi rumah yang digunakan tempat persembunyian ular itu terletak di tengah permukiman yang dikelilingi rumah warga lainnya.

“Saya tak habis pikir kenapa bisa ada ular sebesar ini di atap rumah saya. Darimana ular ini asalnya sampai bisa sampai di sini,” ujar Suhendi (35), pemilik rumah tempat ditemukannya ular tersebut.

Diakui Suhendi, dirinya jadi merasa trauma pasca penemuan ular tersebut di rumahnya. Karena selama ini dia seringkali meninggalkan isteri dan anaknya yang masih balita di rumah hingga larut malam. Sedangkan keberadaan ular tersebut di dalam rumah diperkirakan sudah lebih dari dua bulan.

Hal ini dikarenakan dirinya pernah melihat sisik (kulit bagian luar) ular di bagian dapur rumahnya sekitar dua bulan lalu. Saat itu Suhendi sama sekali tidak punya kecurigaan kalau di rumahnya ada ular dan dia mengira sisik itu sengaja dibawa seseorang dari luar ke dalam rumahnya. Namun sekitar satu bulan kemudian dia sempat menaruh kecurigaan manakala di dapur rumahnya ditemukan kotoran bintang tapi bukan kotoran ayam, kucing atau binatang lainnya yang biasa ke luar masuk rumah. Namun kecurigaan itu hanya terlintas sebentar di benaknya dan kemudian hilang lagi dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

“Baru tadi pagi saya kembali dikagetkan dengan ditemukannya sisik ular dengan ukuran yang besar di atas kandang ayam dekat atap rumah. Karena curiga dan khawatir, saya kemudian memberitahu hal itu kepada warga lainnya dan kemudian kami sepakat untuk mencari ular tersebut,” katanya.

Disebutkan Suhendi, sekitar 10 orang pemuda saat itu juga langsung melakukan upaya pencarian di sekitar rumahnya. Sejumlah tempat yang dicurigai digunakan tempat persembunyian ular seperti kolong tempat tidur, kolong meja dan kursi, lemari, bagian dapur terus diubek untuk mencari keberadaan ular, akan tetapi tak juga ditemukan.

Di saat semuanya sudah mulai bersiap-siap menghentikan pencarian, tiba-tiba adik Suhendi, Ucu, berteriak dari bagian luar rumah memeberitahu kalau dia melihat ular di bagian atap rumah. Benar saja, ketika dilihat dari sela antara dinding dan atap rumah yang terlihat dari bagian luar rumah, di sana terlihat seekor ular berukuran besar di bagian atap tepatnya di kayu yang ada di bawah genting.

Setelah dipastikan posisi ular tersebut, empat orang warga termasuk salah satunya Suhendi, langsung menaiki bagian atap rumah untuk menangkap ular berwarna hitam bercorak kuning mengkilat tersebut. Selang sekitar setengah jam kemudian, ular tersebut berhasil ditangkap dan kemudian dibawa turun ke halaman rumah. Saat dibentangkan, ternyata ular itu berukuran besar dengan panjang sekitar 3 meter dan berat mencapai 5 kilogram.
Suhendi mengaku yakin kalau ular itu telah memangsa ayam peliharaannya. Karena dalam kurun waktu dua bulan terakhir, tuturnya, terdapat sembilan ekor ayam miliknya yang hilang.

“Awalnya saya mengira ayam itu hilang karena ada yang mencuri. Ada sembilan ekor ayam saya yang hilang dalam kurun waktu dua bulan terakhir akan tetapi tidak sekaligus. Kini saya yakin ayam-ayam itu telah dimangsa ular ini,” ucapnya.

Suhendi mengaku belum tahu pasti rencana selanjutnya terhadap ular yang ditemukannya di atas atap rumahnya ini. Hingga saat ini ular jenis sanca batik ini masih tersimpan dalam karung di rumahnya.

“Isteri saya nampak begitu trauma setelah tahu ada ular besar yang bersembunyi di atap rumah kami. Apalagi ular ini diperkirakan sudah berada di dalam rumah ini lebih dari dua bulan dan seringkali turun dari atas atap untuk memangsa ayam. Namun kini dia mengaku telah sedikit lega karena ularnya telah tertangkap,” kata Suhendi. Farhan SN***