PKL di Depan RSU. dr. Slamet Ditertibkan

TARKID, (GE).- Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di pinggi RS dr Slamet, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut ditertibkan. Selama ini keberadaan PKL sering menyebabkan kemacetan.

Penertiban yang dilakukan Kecamatan Tarogong Kidul, Satpol PP dan Koramil Tarogong berjalan lancar. Meski sempat terjadi perdebatan dari beberapa pedagang yang menolak penertiban.

Diki (34), salah seorang PKL, mengaku sudah ada pemberitahuan terkait penertiban. Hanya saja Diki merasa kecewa karena masih banyak PKL di lokasi lain yang tak ditertibkan.

“Kalai mau ditertibkan harus semuanya. Jangan sebagian saja. Saya mau kembali berjualan kalau tidak semua ditertibkan,” ujar Diki saat penertiban PKL, Jumat (29/1).

Ancaman Diki untuk berjualan kembali disampaikan jika para PKL lainnya tak mengikuti aturan. Diki yang sudah tujuh tahun berjualan, meminta pemerintah tak pilih kasih.

“Tahun kemarin memang sudah ada peringatan juga dari Satpol PP. Tapi baru sekarang ada penertiban,” katanya.

Untuk kembali berjualan, Diki berencana akan menggunakan roda. Kios semi permanen yang ditempatinya tidak akan kembali dibangun

Camat Tarogong Kidul, Lilis Neti memberikan toleransi para PKL untuk kembali berjualan. Hanya saja tidak membangun kios semi permanen dan jam berjualan yang dibatasi.

“Kami sudah musyawarah dengan para PKL soal penertiban ini. Biar tidak banyak yang komplain. Makanya hari ini dibongkar,” ucap Lilis.

Jumlah PKL di sepanjang RS dr Slamet yang ditertibkan sebanyak 124. Para PKL hanya bisa berjualan hingga sore hari dan roda yang digunakan harus dibawa kembali.

“Jadi tidak ada roda yang disimpan di pinggir jalan. Kami sudah memberikan tiga kali peringatan. Makanya sekarang ditertibkan,” katanya.

Menurut Lilis, jika para PKL melanggara toleransi yang diberikannya, maka pihaknya tak akan segan untuk kembali melakukan penegakan. Farhan SN***