Warga Garut Korban Gafatar Telah Kembali, Apa yang Mereka Lakukan ?

Tiga warga Kabupaten Garut yang hilang sejak 28 Desember 2015 telah kembali ke rumahnya di Kampung Talun, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota pada Kamis (14/1) malam.

Linda Ibrahim (46), adik ipar Winarti yang hilang bersama dua anaknya, menuturkan jika ketiganya pulang ke rumah sekitar pukul 24.00. Saat tiba di rumah, ketiganya dalam keadaan lusuh.

“Mereka pulang hanya bawa baju yang dikenakan saja. Barang-barang yang dibawa waktu pergi tidak mereka bawa seperti baju dan laptop,” ujar Linda di rumahnya kepada wartawan, Jumat (15/1).

Sebelum pulang ke rumah, lanjut Linda, Sri Putri Rahma (17) sempat mengirim pesan singkat kepada bibinya untuk memberikan kabar akan pulang. Ketiganya meminta agar keluarga tak ribut jika mereka akan pulang.

“Putri juga tanya ayahnya ada apa enggak? Lia (adik Winarti) bilang ayahnya enggak ada. Mereka kirim SMS sekitar pukul 19.30,” katanya.

Menurut Linda, saat mengirim pesan singkat Putri menyebut jika mereka berada di Terminal Bekasi. Saat tiba di rumah, tak banyak obrolan yang diungkapkan Winarti kepada suaminya.

Setelah memberi kabar akan kembali, tutur Linda, keluarga lalu menginformasikan ke Polda Jabar. Dari hasil lacakan Polda Jabar, ketiganya berada di sekitar daerah Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Setibanya di rumah, tambah Linda, Winarti tak banyak berbicara. Bahkan mereka sempat terkejut melihat Heriadi Atmajaya, suami Winarti, ada di rumah. Menurut Linda, pihak keluarga merasakan perbedaan sifat yang lebih keras dari Winarti dan Putri. Keduanya tak mau membicarakan kegiatan mereka selama berada di Bekasi.

“Saya tahu kegiatan mereka dari Andi, anak yang bungsu. Katanya selama di Bekasi tidurnya ramai-ramai. Andi juga sekolah kayak home schooling. Andi lebih banyak bicara soal aktivitasnya,” ucapnya.

Linda menjelaskan, Putri juga mempermasalahkan pelaporan dirinya ke polisi. Bahkan Putri mengaku malu setelah membaca semua pemberitaan di media massa.

“Dia juga komplain masalah rumah tangga. Padahal sebelum mereka pergi tidak pernah ada masalah. Saya juga sempat kesal dengan pernyataan Putri,” ujarnya.

Terkait Gafatar yang diduga menjadi pemicu perginya Winarti dan dua anaknya, masih belum diketahui Linda. Namun secara tidak langsung Winarti mengatakan jika Gafatar telah bubar pada Agustus 2015.

“Winarti cuma bilang pergi dari rumah karena pusing urusan rumah tangga. Tidak ada pernyataan Gafatar. Hanya memang dia menyatakan aqidahnya sudah lain. Sudah nyaman dengan keyakinan saat ini,” katanya.

Meski begitu, Linda sangat yakin jika kakak iparnya memang menjadi anggota Gafatar. Apalagi Andi menyatakan jika selama di Bekasi dia sering diputarkan film.

“Pengakuan Putri dan Winarti selama di Bekasi kos bertiga. Tapi Andi bilang ramai-ramai tidurnya. Doktrin dari Gafatar ini sudah sangat menyesatkan,” ucapnya.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN