Usai Raba-raba Korban, AF Gagahi Gadis di Bawah Umur

LIMBANGAN, (GE).- Pelaku pencabulan berinisial AF (19), tampak tertunduk lesu saat dimintai keterangan oleh jajaran Kepolisian Sektor Limbangan. AF harus mempertanggungjawabkan perbuatannya usai menggagahi IE (14).

Kapolsek Limbangan, Kompol. Ujang Syarifudin, membenarkan telah terjadi kasus pencabulan gadis di bawah umur inisial IE. Korban berhasil direnggut keperawanannya karena termakan bujuk rayu kekasihnya AF.

Ujang melanjutkan, kronologis kejadian bermula saat AF mengajak kekasihnya IE untuk belanja pakaian. Namun saat akan berangkat ke pasar AF malah membawa IE ke rumah neneknya di Kampung Sukamanah Desa Simpen Kidul Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut.

Kondisi rumah yang sepi, dimanfaatkan oleh AF untuk melancarkan niatannya menggagahi IE. Awalnya AF hanya meraba-raba namun setelah terangsang ia malah melakukan hubungan suami istri.

Tidak terima keperawanannya direnggut, IE melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, Usep Suryana. Kasus pencabulan itu, kemudian dilaporkan oleh Usep ke Polsek Limbangan. Satu hari berselang, tersangka AF diciduk guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saat ini tersangka AF telah kami amankan guna dimintai keyerangan,” ujar Kapolsek ditemui di kantornya, Jalan Raya Limbangan Garut, Kamis (14/01/2015).

Saat dimintai keterangan, AF tampak menyesali perbuatannya. Dengan suara yang nyaris tak terdengar, AF berusaha menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan penyidik.

Akibat perbuatannya AF dijerat dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Paling berat hukuman kurungan penjara 15 tahun.

Usai diperiksa, AF mengakui semua kehilapannya dilakukan secara spontan. Menurut AF perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Farhan SN***