Tiga Warganya Hilang, Bupati Garut Berjanji Membantu Mencari Korban Gafatar

KOTA, (GE).- Tiga orang warga Garut menjadi korban bujuk rayu organisasi masyarakat Gafatar. Mereka adalah, Winarti (42) yang hilang bersama dua anaknya Sri Putri Rahma (17) dan Andi Permana (10).

Menanggapi permasalahan tersebut, Bupati Kabupaten Garut, Rudy Gunawan, menjelaskan jika organisasi Gafatar tidak boleh berada di Kabupaten Garut. Menurut Rudy, Gafatar memang telah melakukan sejumlah kegiatan di Kabupaten Garut.‬

‪”Kami masih menelusuri masalah ini. Yang jelas tidak boleh ada di Garut. Untuk warga yang hilang kami juga terus melakukan pencarian,” ucap Rudy di Kantor Bupati Garut.‬

‪Hingga kini Rudy baru mendapat laporan tiga warga Garut yang menghilang. Tak menutup kemungkinan bisa ada warga lain yang ikut gerakan tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut Asep Suparman mengatakan, Gafatar saat ini sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai sebuah organisasi yang mesti diakui Pemerintah Kabupaten Garut.

Beberapa persyaratan yang tidak dipenuhi ini adalah tidak jelasnya lokasi kantor sekretariat dan keberadaan para pengurusnya.

“Setiap tahun, kami selalu melakukan verifikasi administrasi dan lapangan ke setiap organisasi yang ada di Garut. Misalnya lokasi sekretariatnya di mana, siapa pengurusnya apa bisa dihubungi atau tidak. Terkait Gafatar ini, kami tidak menemukan apa-apa,” kata Asep di Kantor Badan Kesbangpol Garut, Rabu (13/1/2016).

Keberadaan Gafatar di Kabupaten Garut sendiri setidaknya telah berlangsung sejak Desember 2013 lalu. Saat itu, Gafatar telah terdaftar sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan.

“Waktu itu mereka memiliki semua persyaratan yang menjadi dasar untuk diakui pemerintah daerah. Secara administrasi, mereka memiliki akta notaris, mencantumkan terdaftar di tingkat pusat dan provinsi, serta memiliki kantor sekretariat di Garut,” katanya.

“Karena memenuhi semua itu, kami terima pendaftaran mereka. Saat itu kami belum tahu jika organisasi ini kabarnya seperti sekarang, di mana banyak orang hilang diduga karenanya,” ujarnya.

Berdasarkan dalam surat pendaftaran itu, Gafatar memiliki kantor sekretariat di Kampung Dukuh Kidul, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler. Namun setelah diverifikasi kembali, kini bangunan yang dijadikan Gafatar sebagai kantor itu telah kosong.

Meski telah memenuhi unsur untuk dikategorikan sebagai organisasi ilegal, Asep mengaku pihaknya belum bisa untuk mencabut Surat Keterangan Terdaftar milik Gafatar.

“Kami masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat dan aparat kepolisian mengenai informasi terbaru terkait organisasi ini. Namun secara administrasi, SKT Gafatar sudah layak untuk dicabut,” kata Asep.

Sampai saat ini, pihak Kesbangpol Kabupaten Garut kata Asep juga belum menerima surat pernyataan resmi dari pemerintah pusat, mengenai status Gafatar. Farhan SN***