Hati-hati, Jalan ke Garut Selatan Rawan Longsor

Longsor sempat menutup ruas Jalan Cikajang-Pameungpeuk, sekitar pukul 15.30. Longsoran tanah baru bisa dibersihkan pukul 23.00. Akibatnya kendaraan yang akan menuju Pameungpeuk dan sebaliknya tersendat.

Pelaksana BPJ4 Dinas Bina Marga Provinsi Jabar, Rosa, mengatakan evakuasi tanah longsor dilakukan sejak kemarin malam. Longsor berada di dua titik yakni di Badega kilometer 100 +700 dan Garung kilometer 119 +100 Desa Neglasari, Kecamatan Cikajang.

“Sampai sekarang kami masih melakukan evakuasi. Satu alat berat diturunkan untuk mengangkut longsoran tanah. Kendaraan sudah bisa melaju dua arah. Kalau kemarin tertutup total,” ujar Rosa saat dihubungi.

Jalan Cikajang-Pameungpeuk yang merupakan jalan provinsi baru bisa dilewati kendaraan pada Rabu sekitar pukul 23.00. Namun kendaraan yang melintas masih harus berhati-hati karena masih terdapat sisa material tanah.

“Lokasi longsor itu bekas lokasi longsor pada tahun lalu. Apalagi sekarang memasuki musim hujan. Jalur ini sangat rawan longsor,” katanya.

Rosa menambahkan, dua alat berat disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor di jalan tersebut. Para pengendara harus mewaspadai jalan mulai dari Batu Tumpang hingga Neglasari.

“Sepanjang jalan dari Cigugur sampai Cisompet itu memang rawan longsor. Sekarang curah hujan juga sudah tinggi. Jadi kemungkinan longsor sangat besar,” ucapnya.

Rosa mengimbau agar warga yang melintas jalan menuju Pameungpeuk untuk senantiasa berhati-hati. Selain rawan longsor, pepohonan di sepanjang Jalan Cikajang-Pameungpeuk juga rawan tumbang.

“Kami juga selalu melakukan pemeliharaan pohon yang rawan tumbang. Jika melintas pada malam hari dan cuaca hujan kewaspadaan harus lebih ditingkatkan,” katanya. Farhan SN***