Bahaya! Bupati Garut Singgung Ulama

KOTA, (GE).– Rumor yang berkembang selama ini ternyata benar adanya. Bupati Garut secara tidak langsung mengusir salah seorang Ulama Pimpinan Pondok Alfadilah Limbangan yang sekaligus Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Garut.

Ditemui di Kantor Agkesra Kabupaten Garut, Pimpinan Pondok Pesantren Alfadilah Limbangan, Rd. Iip Syafi’i mengaku, dirinya pernah datang ke Pendopo Garut bermaksud untuk silaturahmi dengan Bupati Garut Rudy Gunawan. Namun entah apa alasannya Bupati malah uring-uringan saat menerima kunjungan dari perwakilan organisasi RMI-NU.

“Gaji saya tilu puluh juta teh geus beak dipake. Ayeunamah keur bensin operasional oge geus lieur,” ujar Iip mencontohkan pembicaraan bupati.

Iip melanjutkan, setelah berbicara seperti itu, Bupati langsung beranjak dari tempat duduknya. Kemudian membukakan pintu seolah-olah agar tiga orang perwakilan RMI-NU segera beranjak dari Pendopo.

Merasa diperlakukan secara tidak hormat, RMI-NU Kabupaten Garut akhirnya merespon dengan melakukan berbagai upaya islah. Namun sampai saat ini, belum mendapat jalan keluarnya. Sehingga, Kamis (10/12/2015), RMI-NU melayangkan surat langsung kepada bupati terkait perlakuan kurang santun yang dilakukan orang nomor satu di Garut. Dalam surat tersebut, RMI-Nu menuntut agar Bupati Garut, Rudy Gunawan, melakukan permohonan maaf kepada PC RMI-NU.

Namun saat RMI-NU akan menyampaikan surat, Bupati Garut, Rudy Gunawan sedang berada di luar negeri. Sehingga surat tersebut hanya diterima oleh Kepala Bagian Agkesra Pemkab Garut.

“RMI-NU ini dibentuk oleh para ulama. Saat bupati melecehkan RMI-NU berarti melecehkan ulama juga,” kata Iip dengan nada tegas saat ditemui wartawan di Kantor Agkesra Pemkab Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Kamis (10/12/2015).

Saat dikonfirmasi, Kepala Agkesra Kabupaten Garut, Dahlan Saputra, berjanji akan menghadap kepada bupati untuk menyampaikan surat yang dilayangkan RMI-NU. Dahlan mengaku saat ini bupati sedang tidak ada di Garut. Namun dirinya tidak mengetahui keberadaan bupati saat ini.

“Nanti akan kita fasilitasi agar RMI-NU bisa bertemu dengan bupati. Tentunya permasalahan ini harus jelas agar tidak berkembang isue yang tidak baik,” pungkasnya. (Farhan SN)***