Galian Optik Bermasalah, PT. Telkom Tidak Akan Diberi Izin Lagi Melakukan Penggalian

KOTA, (GE).- Sepanjang Jalan Cimanuk dan Jalan Otista, galian kabel optik PT. Telkom masih menganga. Padahal jalan tersebut merupakan jalan protokol di Garut. Tiap harinya ribuan kendaraan melintas di jalur tersebut.

Sebenarnya galian optik PT. Telkom sudah selesai dikerjakan. Namun, karena pengerjaannya asal-asalan, lobang yang sudah ditutup alakadarnya kembali meninggalkan lubang menganga akibat tergerus air hujan.

Sejumlah warga pun mengeluhkan kondisi galian optik tersebut. Salah seorang warga Komplek Paseban, Koswara (47), mengaku dari sejak digali sampai sekarang galian optik sangat mengganggu para pengguna jalan. Bahkan pernah juga ada warga yang terjerembab ke dalam lubang galian.

“Saya berharap PT. Telkom yang memiliki proyek ini agar bertanggungjawab. Siapa pun asalkan memiliki izin boleh melakukan penggalian tapi setelahnya diperbaiki seperti semula,” ujarnya, Selasa (08/12/2015).

Sementara itu, Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Garut, Eded Komara, mengaku jengkel menghadapi proyek PT. Telkom yang dikerjakan asal-asalan. Ia mengaku kerap mendapat teguran dari berbagai pihak terkait rusaknya jalan protokol yang ada di lingkungan perkotaan Garut.

“Jalan di Kota Garut ini baru saja selesai diperbaiki. Kini malah rusak gara-gara ada galian kabel optik PT. Telkom. Kapan mau selesainya perbaikan jalan kalau begini caranya,” keluhnya.

Eded menandaskan, Binamarga kerap “Kateumbleuhan” gara-gara galian optik PT. Telkom ini. Bahkan Bupati Garut, berulang kali menegur dirinya gara-gara galian optik. Padahal surat teguran kepada PT. Telkom sudah berulang kali dilayangkan. Bahkan khusus untuk permasalahan ini, Binamarga dan PT. Telkom pernah dipanggil oleh DPRD agar permasalahan ini bisa cepat diselesaikan.

Sebagai hukumannya, kata Eded, dirinya tidak akan memberikan izin lagi kepada PT. Telkom terkait galian kabel optik. Hal tersebut, merupakan intruksi langsung dari Bupati Garut, H. Rudy Gunawan.

“Saya pikir pihak ketiga yang mengerjakan proyek penggalian ini nakal. Jadi finishing-nya tidak dikerjakan secara maksimal. Seharusnya PT. Telkom memberikan sanksi keras terhadap kontraktor nakal seperti ini,” kata Eded. (Farhan SN)***